Tanda-Tanda Skinny Fat, Tubuh Kurus tapi Menyimpan Lemak Berbahaya

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
29 May 2026 11:55
Ilustrasi (Photo by i yunmai on Unsplash)
Foto: Ilustrasi (Photo by i yunmai on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak sedikit orang mengira bahwa tubuh kurus identik dengan sehat. Namun, sebenarnya ada kondisi yang dikenal sebagai skinny fat, yaitu ketika seseorang tampak langsing dari luar tetapi memiliki kadar lemak tubuh yang tinggi dan massa otot rendah.

Melansir Medical News Today, skinny fat semakin sering ditemukan, terutama pada orang yang jarang berolahraga dan memiliki pola makan kurang sehat.

Gaya hidup dan genetika seseorang dapat memengaruhi risiko terkena skinny fat. Melakukan modifikasi pola makan dan gaya hidup dapat membantu mengatasi kondisi ini.

Orang sering mengaitkan obesitas dengan masalah kesehatan metabolik, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Namun, beberapa orang dengan obesitas memiliki kesehatan metabolik yang baik.

Sebaliknya, beberapa orang yang tampak memiliki tubuh kurus berisiko terkena penyakit kardiometabolik, seperti serangan jantung, stroke, dan diabetes. Para profesional kesehatan menyebut kelompok orang ini sebagai obesitas metabolik dengan berat badan normal (MONW) - dan dikenal sebagai kurus berlemak.

Studi menunjukkan peningkatan signifikan kasus diabetes tipe 2 selama 30 tahun terakhir, dan para peneliti memperkirakan jumlahnya akan terus meningkat. Peningkatan kelebihan berat badan dan obesitas ini sejalan dengan perubahan tren kebiasaan gaya hidup modern.

Para peneliti juga telah mengaitkan sindrom metabolik dengan obesitas perut secara khusus. Memiliki lemak berlebih di sekitar bagian tengah tubuh tidak selalu berarti seseorang akan memiliki indeks massa tubuh (BMI) atau lingkar pinggang yang tinggi.

Ciri-ciri skinny fat

Sebuah studi menjelaskan bahwa orang dengan kondisi kurus berlemak mungkin menunjukkan tanda-tanda seperti:

- kelebihan jaringan lemak di sekitar organ dalam

- penumpukan lemak di jaringan yang biasanya tidak mengandung banyak lemak

- peradangan jaringan lemak

- perubahan profil inflamasi dan metabolik

- penurunan massa otot rangka

- kebugaran kardiorespirasi rendah, yaitu kemampuan menggunakan oksigen untuk bergerak atau berolahraga

Para peneliti juga mengamati bahwa orang dengan kondisi kurus berlemak bisa memiliki lebih banyak lemak tubuh daripada orang yang sehat secara metabolik dan kurus.

Sebuah studi dari tahun 2019 melaporkan bahwa menghitung rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan seseorang adalah cara termudah untuk mengukur obesitas sentral ini. Cara ini juga menghasilkan hasil yang paling valid.

Penyebab tubuh skinny fat

Sebuah tinjauan dari tahun 2022 melaporkan bahwa tubuh kurus tapi berlemak disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan, termasuk:

- kurangnya aktivitas fisik

- pola makan tidak sehat

- merokok

- konsumsi alkohol

Para peneliti yang mempelajari populasi Asia Selatan juga menyoroti potensi peran varian dalam gen tertentu dalam membuat individu rentan terhadap tipe tubuh skinny fat.

Makanan pemicu skinny fat

Mengonsumsi makanan tidak sehat dapat memengaruhi risiko seseorang terkena skinny fat.

Sebuah studi cross-sectional tahun 2023 menemukan bahwa kelompok peserta dengan skinny fat mengonsumsi makanan ultra-olahan (UPF) dan minum minuman dengan tambahan gula lebih sering daripada kelompok yang tidak memiliki skinny fat.

Contoh makanan ultra-olahan meliputi:

- permen

- roti kemasan produksi massal

- margarin dan olesan lemak

- nugget ayam dan sosis

- pasta dan pizza siap saji

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 5 Kebiasaan Pagi Ini Efektif Cegah Asam Urat Kambuh, Terbukti Ilmiah!


Most Popular
Features