Daftar Negara Eropa Paling Mudah Kasih Paspor ke Imigran

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
02 April 2026 13:05
People ice skate at an ice rink in the Vasa Park in central Stockholm, Sweden, on Dec. 29, 2013. Temperatures in many parts of Sweden reached almost a springlike level during the Christmas holidays.  (AP Photo/TT/Henrik Montgomery)  SWEDEN OUT
Foto: Swedia (AP Photo/TT/Henrik Montgomery)

Jakarta, CNBC Indonesia - Minat warga asing untuk mendapatkan kewarganegaraan Uni Eropa (UE) terus melonjak dalam satu dekade terakhir. Data terbaru menunjukkan, jutaan paspor kini diberikan kepada migran, seiring meningkatnya mobilitas global dan daya tarik ekonomi kawasan tersebut.

Berdasarkan data Eurostat melansir Euro News, jumlah kewarganegaraan yang diberikan negara-negara UE naik tajam dari 762.000 pada 2014 menjadi sekitar 1,2 juta pada 2024. Itu menandakan terjadi lonjakan hingga 54% dalam 10 tahun terakhir, termasuk kenaikan hampir 12% dibandingkan tahun sebelumnya.

Mayoritas penerima atau sekitar 88% merupakan warga non-Uni Eropa, sementara sisanya berasal dari warga yang pindah antarnegara anggota.

Jerman Juara, Tapi Swedia Paling Mudah

Jika dilihat dari jumlah total, Jerman menjadi negara yang paling banyak memberikan kewarganegaraan, dengan hampir 300.000 paspor pada 2024 atau sekitar seperempat dari total UE. Di posisi berikutnya ada Spanyol dengan sekitar 250.000, disusul Italia sebanyak 217.000.

Namun, jika dihitung berdasarkan tingkat naturalisasi (jumlah warga yang dinaturalisasi dibanding total penduduk asing), Swedia justru berada di posisi teratas. Negara ini mencatat 7,5 kewarganegaraan per 100 penduduk non-warga negara.

Italia menyusul dengan rasio 4,1, sementara Spanyol dan Belanda masing-masing 3,9. Sebaliknya, Lithuania, Bulgaria, dan Estonia mencatat angka terendah.

Warga Suriah Paling Banyak Dapat Paspor UE

Dari sisi asal negara, warga Suriah menjadi kelompok terbesar yang memperoleh kewarganegaraan UE pada 2024, dengan lebih dari 110.000 paspor. Disusul oleh warga Maroko sebanyak 97.000, lalu Albania (48.000), dan Turki dengan lebih dari 40.000.

Sementara itu, Rumania menjadi penerima terbesar dari sesama negara UE, diikuti oleh warga Venezuela, Ukraina, India, Rusia, dan Brasil.

Tak ada aturan tunggal untuk mendapatkan paspor UE. Secara umum, masa tinggal minimal sekitar lima tahun, tetapi tiap negara punya kebijakan berbeda.

Di Spanyol, misalnya, warga asing umumnya harus tinggal hingga 10 tahun sebelum bisa mengajukan kewarganegaraan. Namun, warga dari Amerika Latin hanya perlu dua tahun dan menjadikannya salah satu jalur tercepat di dunia.

Swedia juga memberi kemudahan bagi warga negara Nordik, cukup dua tahun tinggal, dibandingkan lima tahun untuk warga lainnya.

Negara dengan Jalur Paling Cepat

Polandia menjadi salah satu negara dengan jalur relatif cepat, yakni tiga tahun tinggal dengan syarat memiliki penghasilan stabil. Sementara Malta menawarkan opsi lebih singkat, bahkan hingga 14 bulan, namun dengan syarat investasi minimal €600.000 (sekitar Rp10,1 miliar).

Sebaliknya, aturan di Jerman kini lebih ketat setelah skema percepatan bagi pekerja terampil dihapus pada 2025. Kini, pemohon wajib tinggal minimal lima tahun, menguasai bahasa Jerman level B1, lulus tes kewarganegaraan, dan memiliki kondisi finansial stabil.

Di Italia, prosesnya justru lebih panjang. Warga non-UE harus menunggu hingga 10 tahun sebelum mengajukan, dan proses administrasinya bisa memakan waktu hingga tiga tahun.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sepak Bola Tetangga RI Kacau-balau, Naturalisasi Berujung Sanksi FIFA


Most Popular
Features