Doyan Makan Gorengan Tiap Buka Puasa? Awas Bisa Kena 4 Penyakit Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Gorengan menjadi salah satu camilan yang sering berada di piring warga Indonesia ketika hendak berbuka puasa. Makanan renyah tersebut tentu sangat nikmat disantap setelah menahan lapar kurang lebih 12 jam.
Kendati menjadi menu favorit, siapa sangka gorengan menyimpan dampak negatif bagi kesehatan jika terlalu sering dikonsumsi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan satu gorengan saja mengandung 100-150 kalori. Biasanya seseorang akan mengonsumsi lebih dari satu gorengan, yang artinya lebih banyak kalori yang bertambah.
"Ini kalau makan tiga antara 300-400 kalori. Wah untuk orang dengan berat badan 70 kg seperti saya itu tuh harus lari 5 km. Nah gara-gara makan cuma satu kayak gini, saya mesti treadmill 15 menit," jelas Menkes dalam video edukasi yang diunggah ke Instagram pribadinya.
Dia menambahkan tak mudah untuk membakar 300-400 kalori. Setidaknya harus berlari sejauh 5 km atau berjalan di atas treadmill selama 15 menit.
Berikut adalah empat penyakit yang mengintai jika sering buka puasa dengan gorengan:
1. Obesitas
Makanan yang melalui proses penggorengan cenderung mengandung kalori dan lemak yang tinggi
2. Kanker
Makanan yang digoreng berpotensi menghasilkan zat alkrilamida. Alkrilamida adalah senyawa zat beracun penyebab kanker yang terbentuk dalam makanan selama proses memasak suhu tinggi, seperti menggoreng.
3. Penyakit jantung
Gorengan berpengaruh besar pada risiko meningkatnya tekanan darah, obesitas, dan penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Hal ini karena gorengan memiliki kadar lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi sehingga bisa berdampak buruk bagi kesehatan jantung.
4. Diabetes tipe 2
Menurut studi oleh Shenzen University Health Science Center, mengonsumsi gorengan secara terus menerus berkaitan erat dengan risiko pengembangan diabetes tipe 2.
(hsy/hsy) Add
source on Google