Makanan Favorit Warga RI Diam-Diam Penyebab Perut Buncit

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
18 May 2026 14:30
Ilustrasi Perut Buncit (Pixabay)
Foto: Ilustrasi Perut Buncit (Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perut buncit tidak hanya bisa memengaruhi penampilan, tapi juga berbahaya bagi kondisi kesehatan. Sejumlah studi menunjukkan bahwa lemak yang menumpuk di tubuh bisa memicu penyakit serius seperti jantung. 

Berikut adalah jenis makanan favorit warga Indonesia yang terbukti ilmiah menyebabkan perut buncit. 

1. Kerupuk

Kerupuk sering dianggap camilan ringan karena teksturnya renyah dan terasa "kosong", padahal makanan ini bisa berkontribusi pada perut buncit bila dikonsumsi berlebihan. Sebagian besar kerupuk terbuat dari tepung tapioka atau tepung lain yang tinggi karbohidrat sederhana dan rendah serat, sehingga cepat dicerna tubuh dan tidak memberikan rasa kenyang tahan lama. Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak tanpa sadar, baik kerupuknya maupun makanan pendamping lainnya.

Selain tinggi karbohidrat, kerupuk umumnya digoreng dalam minyak dan mengandung garam cukup tinggi. Kombinasi lemak, natrium, dan kalori ini dapat memicu penumpukan lemak tubuh jika asupannya berlebihan dan tidak diimbangi aktivitas fisik. Kandungan garam yang tinggi juga membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga perut terasa lebih penuh, begah, dan tampak membuncit sementara.

Masalah lainnya, kerupuk sering dimakan sebagai pelengkap hampir di setiap waktu makan, mulai dari nasi goreng hingga bakso dan soto. Kebiasaan ini membuat total asupan kalori harian meningkat tanpa terasa karena kerupuk jarang dianggap sebagai "makanan utama". Jika dikonsumsi terus-menerus dalam porsi besar, terutama bersama pola makan tinggi gula dan lemak serta kurang gerak, kebiasaan makan kerupuk dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan dan penumpukan lemak di area perut.

2. Gorengan

Kebanyakan orang Indonesia sangat gemar mengonsumsi gorengan. Tak cukup satu, kita bisa makan tiga hingga empat berbagai macam gorengan dalam satu waktu saja. Namun sebaiknya kita tak mengonsumsi terlalu banyak gorengan karena makanan yang melalui proses penggorengan cenderung mengandung kalori dan lemak yang tinggi. 

Perlu diketahui, penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung, berkaitan erat dengan konsumsi lemak trans, yang banyak ditemukan di makanan berminyak seperti gorengan. 

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, merenggut hampir 800.000 nyawa setiap tahunnya.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 4 Pola Jalan Kaki Ini Ampuh Atasi Perut Buncit


Most Popular
Features