Buka Puasa Pakai Gorengan? Awas Pankreas Anda Bekerja Lebih Keras

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
19 February 2026 08:50
Ira Dijaya (41)melayani pembeli gorengan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (7/1/2022). Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), secara nasional harga minyak goreng curah pada 29 Desember lalu hanya Rp.18.400/Kg. Pada 6 Januari 2022 atau kemarin, menyentuh Rp. 18.550/Kg, atau naik 0,81%. Kemudian minyak goreng kemasan bermerk 1 pada 30 Desember 2021 harganya Rp. 20.600/Kg. Sementara kemarin menjadi Rp. 20.800/Kg, naik 0,97%. Begitu juga minyak goreng kemasan bermerk 2. Di mana pada 30 Desember masih Rp. 20.030/Kg, kemarin menjadi Rp. 20.300/Kg atau meningkat 1,34%. Harga minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi. Pedagang menginginkan harga segera normal kembali. Menurut Ira penjual gorengan
Foto: Ilustrasi Gorengan (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat soal pola makan saat Ramadan. Lewat video terbaru dalam program "Budi Gemar Sharing" di reel Instagramnya, ia menyoroti kebiasaan banyak orang yang langsung menyantap gorengan dan minuman manis saat berbuka puasa. Padahal kebiasaan tersebut bisa berbahaya bagi pankreas.

"Siapa disini yang suka buka puasanya pakai gorengan?" ujarnya dikutip dari reel Instagram @bgsadikin, Rabu (18/2/2026).

Ia menduga, kebanyakan orang pasti mengambil dua hingga tiga gorengan sekaligus. Menurut Budi, kondisi lambung saat berbuka itu masih kosong setelah seharian menahan lapar.

Tubuh, lanjutnya, memang membutuhkan asupan gula untuk mengembalikan energi, sebab gula darah juga rendah ketika berpuasa. Tetapi bukan dengan cara mengkonsumsi sirup manis berlebihan atau gorengan berminyak.

"Tubuh memang butuh gula untuk energi tapi caranya bukan dengan "menghajar" lambung pakai gorengan berminyak atau sirup yang manisnya kebangetan," kata Menkes Budi.

Ia menjelaskan, ketika minum sirup, gula darah akan melonjak cepat dalam waktu singkat. Lonjakan atau spike ini dapat membebani pankreas. Sebaliknya, ia menyarankan masyarakat memilih sumber karbohidrat kompleks.

Dalam video tersebut, Budi menunjukkan contoh makanan seperti singkong, jagung rebus, kacang kulit, pisang rebus, hingga kentang rebus. Makanan ini tetap mengandung karbohidrat yang akan diubah menjadi gula, tetapi pelepasannya berlangsung bertahap.

"Karbohidrat kompleks itu diubah menjadi gula secara perlahan, jadi energi kita pulih pelan-pelan tanpa bikin kaget tubuh," jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar kebiasaan sarapan sehat yang pernah ia kampanyekan berisi telur rebus dan umbi-umbian, tetap dijaga selama bulan puasa. Di akhir pesannya, Budi menantang masyarakat untuk memilih antara berbuka puasa dengan makanan yang terasa enak sesaat namun berisiko bagi kesehatan, atau memilih menu yang lebih sehat untuk jangka panjang.

"Nah jadi sekarang kalian mau buka puasanya pakai yang mana? Mau yang enak atau yang sehat?" tutup Menkes Budi dalam video tersebut.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 5 Makanan yang Diam-Diam Mempercepat Kerusakan Ginjal


Most Popular
Features