BTS-Nomics Guncang Seoul, 260 Ribu ARMY Kumpul di Gwanghamun

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
26 February 2026 15:30
Profil BTS. (Dok: GQ)
Foto: Profil BTS. (Dok: GQ)

Jakarta, CNBC Indonesia - Konser comeback BTS di Gwanghwamun Square bulan depan diperkirakan menarik sekitar 260.000 ARMY (nama penggemar BTS) dari berbagai negara. Lonjakan ini disebut berpotensi menggerakkan ekonomi Seoul yang belakangan melambat dan orang Korea menyebut fenomena ini sebagai BTS-nomics.

Konser "BTS Comeback Live: ARIRANG" pada 21 Maret 2026 menjadi panggung reuni pertama RM, Jin, Suga, j-hope, Jimin, V dan Jungkook setelah menyelesaikan wajib militer. Tak heran, pencarian Google untuk kata "Gwanghwamun" melonjak lebih dari tiga kali lipat sehari setelah konser gratis diumumkan.

Melansir Chosun Daily, Kamis (26/2/2026), hotel bintang lima dalam radius 1 kilometer dari Stasiun Gwanghwamun dilaporkan telah terisi penuh. Totalnya sekitar 1.500 kamar habis dipesan pada hari konser.

Lebih dari 100 minimarket di sekitar lokasi juga bersiap menyambut ARMY. 7-Eleven bahkan menyiapkan staf yang fasih bahasa asing di sekitar 40 gerai dekat venue.

Stok produk favorit turis seperti susu pisang, mi instan cup, charger ponsel hingga penghangat tangan ditingkatkan hingga 10 kali lipat. Minimarket GS25 disebut akan menonjolkan produk minuman tradisional "IGIN", yang duta globalnya adalah member BTS, Jin.

Tak hanya ritel, gerai bebas pajak seperti Donghwa Duty Free di persimpangan Gwanghwamun juga akan menjual light stick, kaus, handuk, photocard hingga boneka resmi BTS sebelum hari konser.

Persaingan juga terjadi di papan reklame digital kawasan Gwanghwamun yang kerap dijuluki Times Square-nya Korea. Netflix, pemegang hak siar global konser ini, telah mengamankan slot utama untuk promosi.

Tak hanya korporasi, fanbase internasional ikut ambil bagian. Salah satu fanbase Jungkook di China mengumumkan akan menayangkan iklan comeback BTS di beberapa gedung besar dua hari sebelum konser digelar.

Ziarah BTS: Dari Istana Hingga Museum Seni

Kawasan Jongno dan Gwanghwamun diprediksi menjadi jalur "ziarah BTS". Penggemar dijadwalkan mengunjungi lokasi ikonik seperti Gyeongbokgung Palace, termasuk Geunjeongjeon dan Gyeonghoeru yang pernah menjadi lokasi penampilan BTS.

Museum Whanki yang pernah menggelar pameran khusus RM juga diperkirakan ramai, begitu pula Museum Sejarah Kontemporer Korea yang menyimpan kapsul waktu dari BTS. Di forum daring "ARMY Seoul Stay" yang dibuat sukarela oleh penggemar global, percakapan berlangsung dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia.

Seorang fans Indonesia bahkan membagikan tips hemat, mulai dari membeli lauk di minimarket hingga mencicipi street food di Pasar Gwangjang.

Dampak Ekonomi di Luar Seoul

Dampak ekonomi tak berhenti di Seoul. Konser lanjutan berbayar dijadwalkan berlangsung di Goyang pada April dan Busan pada Juni. Perusahaan transportasi telah mengonfirmasi pengoperasian lebih dari 60 bus premium untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.

Pemerintah metropolitan Seoul dan Busan juga menggelar rapat gabungan dengan pelaku usaha untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan sekaligus mencegah praktik harga tak wajar. Patroli terselubung akan dilakukan di pasar tradisional dan area wisata.

Presiden Lee Jae Myung sebelumnya menyebut pariwisata dan industri budaya sebagai sektor strategis nasional. Fenomena BTS-nomics menjadi contoh nyata bagaimana fandom K-pop bisa bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi riil.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RM Ungkap BTS Sempat Pertimbangkan Bubar Saat Hiatus


Most Popular
Features