Akhirnya! Korea Selatan Kasih Bebas Visa untuk Turis Indonesia

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
26 February 2026 12:55
Orang-orang memakai masker wajah sebagai tindakan pencegahan penyebaran COVID-19 di Yeouido Hangang River Park di Seoul, Korea Selatan. (Chris Jung/NurPhoto via Getty Images)
Foto: Yeouido Hangang River Park di Seoul (Getty Images/NurPhoto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Korea Selatan resmi mengumumkan paket besar reformasi kebijakan pariwisata, termasuk pemberian bebas visa bagi wisatawan Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ambisius Seoul untuk menarik 30 juta wisatawan asing dalam beberapa tahun ke depan.

Kebijakan tersebut diumumkan dalam Rapat Strategi Pariwisata Nasional ke-11 yang dipimpin Presiden Lee Jae Myung dan dihadiri Perdana Menteri Kim Min-seok serta perwakilan 15 kementerian dan pelaku industri pariwisata.

Melansir Korea Times, Kamis (26/2/2026), dalam skema uji coba, turis Indonesia yang datang dalam grup minimal tiga orang akan mendapatkan fasilitas bebas visa. Selain itu, warga China dan negara Asia Tenggara yang pernah berkunjung ke Korea sebelumnya akan memenuhi syarat untuk visa multiple-entry lima tahun.

Penduduk kota-kota besar di negara tersebut bahkan bisa mengajukan visa 10 tahun. Tak hanya itu, sistem gerbang imigrasi otomatis di bandara yang sebelumnya hanya tersedia bagi 18 negara seperti Jepang, Singapura, dan Australia, kini akan diperluas ke seluruh warga negara Uni Eropa.

Sepanjang 2025, Korea Selatan mencatat lebih dari 18 juta kunjungan wisatawan asing, melampaui angka sebelum pandemi yang berada di kisaran 17 juta. Angka ini naik sekitar 15% dibandingkan 2024.

Namun, capaian tersebut masih tertinggal jauh dari Jepang yang mencetak rekor 43 juta kunjungan pada periode sama, didorong oleh pelemahan yen yang membuat biaya wisata semakin kompetitif.

Menteri Kebudayaan Chae Hwi-young menyebut momentum global K-pop, K-drama, dan ekspor budaya Korea sebagai masa emas bagi industri pariwisata domestik. Pemerintah pun meluncurkan inisiatif bertajuk "K-Tourism Embraces the World" untuk memaksimalkan peluang tersebut.

Strategi baru ini juga bertujuan mengurangi konsentrasi turis di Seoul. Pemerintah akan menambah rute penerbangan internasional langsung ke bandara-bandara regional dengan memberikan insentif biaya dan hak lalu lintas udara khusus.

Penerbangan domestik penghubung dari Incheon ke bandara daerah akan diperbanyak. Layanan bus bandara malam hari yang sebelumnya hanya tersedia di 13 rute wilayah Seoul akan diperluas hingga Provinsi Chungcheong dan Gangwon. Tiket kereta cepat KTX juga akan bisa dipesan lebih awal dari batas satu bulan saat ini.



Berantas "Harga Getok" Wisatawan

Isu praktik harga tidak wajar terhadap turis juga menjadi sorotan. Pemerintah menerapkan kebijakan tanpa toleransi bagi pelaku usaha yang tidak mencantumkan harga atau melanggar tarif yang sudah tertera.

Sistem pelaporan mandiri harga akan diberlakukan untuk akomodasi, termasuk kewajiban mendaftarkan tarif musiman sebelumnya. Perusahaan rental mobil di Pulau Jeju akan dikenai batas kenaikan harga saat musim puncak. Hotel yang membatalkan reservasi tanpa alasan jelas juga akan terkena sanksi.

Selain itu, pemerintah berencana mengesahkan Undang-Undang Promosi Akomodasi dan mengembangkan model penginapan premium ala "parador" Spanyol dengan mengubah hanok tradisional, kuil, dan desa rakyat menjadi destinasi menginap kelas atas.

Presiden Lee menegaskan pariwisata harus dipandang sebagai industri strategis nasional, bukan sekadar menjual produk perjalanan. Menurutnya, sektor ini harus mampu menciptakan kenangan berharga bagi wisatawan sekaligus mengubah penggemar K-culture menjadi kunjungan nyata ke Korea.

Pemerintah juga menyiapkan kampanye 'Visit Korea Year' untuk periode 2027-2029, dengan fokus pada wisata berbasis gaya hidup seperti jalur K-beauty, tur kuliner K-food, hingga pengalaman hiking ala Korea.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Update Negara Bebas Visa untuk Paspor Indonesia Per Desember 2025


Most Popular
Features