Skrining Kanker Serviks Gratis di Puskesmas, Begini Caranya
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai mengintegrasikan skrining kanker leher rahim ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah mempercepat deteksi dini dan menekan risiko keterlambatan penanganan kanker serviks. Mulai 2026, program ini akan mencakup pemeriksaan DNA HPV, termasuk opsi pengambilan sampel mandiri atau self-sampling.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menegaskan, integrasi skrining ini tidak berhenti pada tahap pemeriksaan awal, tetapi disertai alur tindak lanjut yang jelas bagi peserta dengan hasil positif.
"Integrasi skrining kanker leher rahim ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis merupakan langkah konkret untuk mencegah keterlambatan penanganan dan menekan perkembangan lesi pra-kanker," ujar Dante dalam keterangannya dikutip website resmi Kementerian Kesehatan, Jumat (30/1/2026).
Sementara itu, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menyebut pemeriksaan DNA HPV menjadi solusi atas rendahnya partisipasi perempuan dalam skrining metode konvensional.
Menurutnya, pendekatan self-sampling memberi kemudahan bagi perempuan karena dapat dilakukan secara mandiri dengan pendampingan tenaga kesehatan, sehingga lebih nyaman dan mudah diterima.
"Metode ini diharapkan bisa meningkatkan minat dan jangkauan skrining, terutama bagi perempuan yang selama ini enggan melakukan pemeriksaan"" jelas Nadia.
Ke depan, pemeriksaan DNA HPV juga akan dikembangkan sebagai bagian dari paket medical check-up (MCU) di fasilitas pelayanan kesehatan. Kebijakan ini sejalan dengan rencana integrasi MCU ke dalam Program CKG yang mulai berlaku pada 2026.
"Melalui langkah ini, pemerintah berharap akses skrining kanker leher rahim semakin luas, partisipasi perempuan meningkat, dan target eliminasi kanker serviks pada 2030 dapat tercapai," kata Dante.
Syarat Cek Kesehatan Gratis
Seluruh warga Indonesia berhak menjadi peserta program ini meski tak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Cek Kesehatan Gratis dilakukan setahun sekali, jadwalnya tergantung pada hari kelahiran setiap warga. Warga yang berulang tahun bisa mendapatkan layanan tersebut hingga satu bulan setelah tanggal ulang tahunnya.
Adapun pemeriksaan kesehatan tersebut dapat dilakukan di Puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya.
Tiga cara pendaftaran Cek Kesehatan Gratis yang bisa dilakukan masyarakat:
1. Melalui aplikasi Satu Sehat Mobile - Masyarakat dapat mengetahui jadwal dan lokasi Puskesmas untuk cek kesehatan gratis.
2. Melalui chatbot WhatsApp di nomor 081110500567 - Chatbot ini akan memandu masyarakat dalam proses pendaftaran dengan cara yang mudah dan praktis.
3. Datang langsung ke Puskesmas terdekat - Bagi masyarakat di daerah pedesaan yang tidak memiliki akses internet, cukup membawa KTP atau KK, dan petugas Puskesmas akan membantu proses pendaftaran.
(hsy/hsy)