MARKET DATA

Deteksi Dini Penting untuk Turunkan Kematian akibat Kanker Payudara

Linda Sari Hasibuan,  CNBC Indonesia
29 November 2025 14:45
Ilustrasi kanker payudara. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi kanker payudara. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kanker payudara menjadi salah satu penyakit yang mengkhawatirkan bagi wanita. Sebab, jenis kanker ini adalah yang terbanyak di Indonesia, dengan 66.271 kasus baru tercatat pada tahun 2022 menurut Kementerian Kesehatan RI.

Spesialis Radiologi, Dr. dr. Sawitri Darmiati, SpRad (K) mengatakan bahwa sangat penting melakukan deteksi dini kanker payudara untuk perawatan lebih lanjut dan pencegahan komplikasi berbahayanya.

"Tidak sedikit wanita yang merasa cemas, takut, atau bahkan menunda untuk memeriksakan payudaranya. Padahal, deteksi dini kanker payudara bisa menyelamatkan nyawa dan memberi peluang sembuh yang jauh lebih besar," kata dr. Sawitri dalam akun Youtube RSCM Channel yang dikutip CNBC Indonesia, Jumat (28/11/2025).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tujuan dari deteksi dini adalah mengidentifikasi kelainan payudara secepat mungkin. Jika kanker payudara ditemukan lebih awal, akan ada lebih banyak pilihan perawatan dan kesempatan untuk bertahan hidup lebih besar.

Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini, salah satunya melalui skrining dengan mammografi. Skrining kanker payudara ini menggunakan sinar-X untuk mendeteksi tanda-tanda kanker payudara pada wanita yang tidak memiliki gejala.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi kanker pada stadium awal, ketika masih lebih mudah diobati, dan sangat dianjurkan untuk wanita berusia 40 tahun ke atas secara rutin setiap satu atau dua tahun.

Untuk wanita dengan jaringan payudara padat atau wanita berisiko tinggi, mammografi mungkin dapat dikombinasikan dengan metode lain seperti USG atau MRI untuk meningkatkan akurasi

"Deteksi dini dengan mammografi itu sudah terbukti efektif dengan angka ketahanan hidup hingga lima tahun. Jika kita melakukan sejak dini maka dapat mendeteksi kanker sejak stadium awal dan efektif menurunkan angka kematian pada wanita usia 40 hingga 70 tahun," paparnya.

Pemeriksaan tersebut mencakup kedua payudara dan bertujuan untuk menemukan benjolan kecil atau area jaringan payudara yang abnormal sebelum bisa diraba atau terlihat.

Untuk rekomendasi skrining kanker payudara dengan mammografi disarankan sekitar satu atau dua minggu setelah hari pertama menstruasi, saat payudara tidak terlalu sensitif dan nyeri. Selain itu, para wanita harus memiliki kesempatan untuk memulai skrining tahunan antara usia 40 dan 44 tahun.

Untuk wanita menopause, sebaiknya dijadwalkan pada tanggal yang sama setiap bulan, dan untuk wanita berisiko tinggi disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai frekuensinya, atau jika muncul gejala seperti benjolan.

(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Indonesia 10 Besar Kasus Kanker Ovarium di Dunia, Kenali Gejalanya


Most Popular