Warga Finlandia Paling Bahagia di Dunia, Ternyata Ini 3 Rahasianya

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
05 January 2026 09:30
Kebahagiaan warga Finlandia tercipta dari keseimbangan hidup. (AFP via Getty Images)
Foto: Warga Finlandia (AFP via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah dunia yang makin bising oleh kompetisi, pamer pencapaian, dan tekanan hidup, satu negara di Eropa justru konsisten mencatat skor kebahagiaan tertinggi di dunia, yaitu Finlandia. Sejak 2018 hingga 2025, negara Nordik ini terus menempati posisi puncak dalam World Happiness Report mengungguli puluhan negara lain.

Bukan soal kekayaan semata atau teknologi mutakhir, kebahagiaan orang Finlandia justru lahir dari cara hidup yang sederhana dan nilai-nilai sosial yang kuat. Para peneliti menilai, stabilitas mental warga Finlandia banyak dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari yang mungkin terlihat sepele, namun berdampak besar bagi kualitas hidup.

Filsuf dan peneliti psikologi asal Finlandia, Frank Martela menyebut, masyarakat Finlandia memegang teguh prinsip hidup lama yang diwariskan turun-temurun: Kell' onni on, se onnen kätkeköön (jangan membandingkan atau memamerkan kebahagiaan.)

Melansir dari CNBC Make It, berikut tiga hal yang hampir tidak pernah dilakukan masyarakat Finlandia dan diyakini menjadi resep utama kebahagiaan mereka.

1. Tidak Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Martela bilang, masyarakat Finlandia nyaris tidak pernah memamerkan kekayaan maupun pencapaian mereka. Sebab, mereka sangat memegang teguh pepatah "Kell' onni on, se onnen kätkeköön.

Salah satu prinsip kebahagiaan yang diyakini oleh orang Finlandia adalah fokus terhadap apa yang membuat diri bahagia dan jangan sekalipun memamerkan kesuksesan. Mereka menganggap langkah pertama menuju kebahagiaan sejati adalah menetapkan standar sendiri dan tidak membandingkan diri dengan orang lain.

2. Memanfaatkan Manfaat Alam

Berdasarkan hasil survei Sitra pada 2021, 87 persen masyarakat Finlandia menganggap alam memiliki peran penting terhadap kehidupan manusia karena memberikan ketenangan pikiran, energi, dan relaksasi.

Di Finlandia, setiap karyawan berhak untuk memperoleh liburan musim panas selama empat minggu atau sebulan. Biasanya, mereka akan memanfaatkan libur itu untuk berlibur ke pedesaan dan 'menyatu' dengan alam. Semakin sedikit peralatan modern, bahkan sampai tidak ada listrik atau air mengalir di rumah, maka semakin baik.

Bagi masyarakat Finlandia, menghabiskan waktu di alam terbuka dapat meningkatkan kemampuan untuk bertahan hidup, kesejahteraan, dan mampu meningkatkan proses pengembangan diri.

3. Pantang Mengambil Hak Orang Lain

Penelitian dari National Bureau of Economic Research menunjukkan, tingkat kebahagiaan nasional berkorelasi kuat dengan tingkat kejujuran dan kepercayaan sosial.

Ini terlihat jelas dalam eksperimen dompet hilang yang dilakukan Reader's Digest pada 2022 di 16 kota dunia. Dari 12 dompet yang sengaja dijatuhkan di Helsinki, 11 di antaranya dikembalikan kepada pemiliknya.

Martela menegaskan, budaya saling percaya sudah mengakar kuat di Finlandia. Warga terbiasa mengembalikan barang yang tertinggal di tempat umum dan tidak mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Bahkan, anak-anak di Finlandia sering pulang sekolah menggunakan transportasi umum dan bermain di luar tanpa pengawasan orang dewasa. Ini juga mencerminkan tingkat keamanan dan kepercayaan sosial yang sangat tinggi.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Negara Ini Terapkan Pajak 60%, Tapi Warganya Paling Bahagia di Dunia


Most Popular
Features