Mamalia Laut yang Montok & Menggemaskan, Kenapa Dugong Punah?

Lifestyle - hsy, CNBC Indonesia
26 August 2022 16:25
RED SEA, EGYPT - DECEMBER 2004: A Dugong, also called a sea cow, is swimming with golden pilot jacks in shallow waters on December 30, 2004 near Marsa Alam, Egypt, Red Sea. Dugong is an excellent freediver, it can stay underwater without breathing more than 15 minutes. (Photo by Alexis Rosenfeld/Getty Images) Foto: Getty Images/Alexis Rosenfeld

Jakarta, CNBC Indonesia - Pernah dengar ada mamalia laut yang disebut dugong? Sayangnya, sangat kecil kemungkinan Anda bisa melihat satwa tersebut karena dugong dilaporkan sudah punah.

Dugong merupakan makhluk laut raksasa yang memiliki penampilan montok, tetapi ekornya seperti lumba-lumba. Umumnya dikenal sebagai "sapi laut", dugong senang berada di dekat rumput laut di perairan pantai dangkal di Samudra Pasifik India dan barat.

Sayangnya, satwa yang jinak ini dinyatakan punah secara fungsional di China. Berdasarkan hasil survei selama 5 tahun terakhir, hanya 3 orang dari komunitas pesisir di China yang melihat dugong.

LONDON, ENGLAND - JULY 21:  The skeleton of a dugong is displayed inside the Grant Museum of Zoology on July 21, 2017 in London, England. The Grant Museum of Zoology was founded in 1892 and is London's only remaining university zoological museum, housing around 68,000 specimens from across the Animal Kingdom. The museum is currently embarking on a project to conserve and repair some of their historic taxidermy, which has been on display for over a hundred years. Many of the specimens have begun to crack and split, with filling and stuffing required to ensure their long-term future. Expert museum conservators have selected several pieces ranging in size from a chimpanzee to an elephant shrew. Careful consideration is given to every piece regarding retaining any 'historical' inaccuracies in the animals' appearance. Historically taxidermy is often quite inacurate, with skins often sent from overseas, and 'stuffed' or prepared by people who had never even seen the animal. The most famous example being the huge Walrus at the Horniman Museum in South West London.  (Photo by Dan Kitwood/Getty Images)Foto: Getty Images/Dan Kitwood
LONDON, ENGLAND - JULY 21: The skeleton of a dugong is displayed inside the Grant Museum of Zoology on July 21, 2017 in London, England. (Photo by Dan Kitwood/Getty Images)

Apa yang menyebabkan dugong punah?

Sejak 1988, dewan negara bagian China telah mengklasifikasikan dugong sebagai hewan yang dilindungi di tingkat satu. Ini merupakan tingkat perlindungan tertinggi. Namun, tidak ada catatan tentang keberadaan dugong di China sejak 2008.

"Studi baru kami menunjukkan bukti kuat tentang hilangnya spesies mamalia air karismatik lainnya di China - sayangnya, sekali lagi [kepunahan ini] didorong oleh aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan," kata Turvey, salah satu penulis penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Royal Society Open Science, dikutip dari The Guardian.

Kepunahan dugong juga dikaitkan dengan perilaku satwa tersebut yang cenderung lambat dan santai. Ini membuatnya rentan terhadap penangkapan ikan dan kecelakaan pelayaran.

Satu-satunya mamalia laut yang vegan, dugong sering diburu sejak abad ke-20. Banyak yang mengincar satwa laut ini untuk diambil kulit, tulang, dan dagingnya. Selain itu, rusaknya habitat dugong juga memicu lenyapnya satwa ini di China.

Di luar Cina, populasi dugong dapat ditemukan di perairan pantai tropis dan sub-tropis dari Vanuatu hingga pulau-pulau barat daya Jepang. International Union for Conservation of Nature memasukkan dugong ke dalam daftar spesies yang rentan. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lockdown Berakhir, Warga Shanghai 'Balas Dendam' ke Hermes


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading