Tak Hanya Dugong, 6 Hewan Gemoy Ini Ternyata Baru Punah

Lifestyle - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
27 August 2022 18:45
This picture taken on May 23, 2019 shows Mariam the dugong as she swims in the waters around Libong island, Trang province in southern Thailand. - An orphaned baby dugong rescued off a beach in Krabi province is Thailand's newest star, capturing the hearts of millions on social media and igniting an awarness for ocean conservation as authorities hand-raise the young mammal. (Photo by Sirachai ARUNRUGSTICHAI / AFP)        (Photo credit should read SIRACHAI ARUNRUGSTICHAI/AFP via Getty Images) Foto: AFP via Getty Images/SIRACHAI ARUNRUGSTICHAI

Jakarta, CNBC Indonesia - Baru-baru ini dunia dikejutkan dengan kepunahan dugong. Hal ini terungkap dari hasil pemantauan yang dilakukan selama 5 tahun terakhir di wilayah pesisir China oleh Zoological Society of London (ZSL) dan Chinese Academy of Science.

Dalam pengamatan itu, hanya 3 orang dari komunitas pesisir di China yang melihat dugong dalam lima tahun terakhir. Selain itu, data menunjukkan tidak ada penampakan yang diverifikasi oleh para ilmuwan sejak tahun 2000.

Nyatanya, tak hanya dugong saja yang mengalami kepunahan baru-baru ini. Ada beberapa hewan yang juga telah dinyatakan punah dalam beberapa waktu kebelakang. Berikut daftarnya dikutip Deutsche Welle, Sabtu (28/8/2022).

1. Kura-kura Raksasa Pinta.

Foto: "Solitario George" (Lonely George), kura-kura raksasa terakhir yang masih hidup dari spesies ini, asli dari Pulau Pinta, di Taman Nasional Galapagos di Pulau Santa Cruz. 24 Juni 2006. (Photo RODRIGO BUENDIA/AFP via Getty Images)
"Solitario George" (Lonely George), kura-kura raksasa terakhir yang masih hidup dari spesies ini, asli dari Pulau Pinta, di Taman Nasional Galapagos di Pulau Santa Cruz. 24 Juni 2006. (Photo RODRIGO BUENDIA/AFP via Getty Images)

Kura-kura jenis ini resmi punah pada tahun 2012. Kepunahan ini ditandai dengan matinya Kura-kura Raksasa Pinta terakhir bernama George.

Kura-kura penghuni Kepulauan Galapagos ini didorong ke kepunahan akibat pemburu paus dan kapal dagang di abad ke-19 yang memanfaatkan hewan ini sebagai makanan. Selain itu, deforestasi pulau juga berpengaruh pada kepunahan Kura-kura Raksasa Pinta.

2. Bramble Cay Melomys.

Melomys cervinipes hewan pengerat asli nokturnal. Cape Tribulation, Taman Nasional Daintree, Queensland Utara, Australia. (Photo by Auscape/Universal Images Group via Getty Images)Foto: Melomys cervinipes hewan pengerat asli nokturnal. Cape Tribulation, Taman Nasional Daintree, Queensland Utara, Australia. (Photo by Auscape/Universal Images Group via Getty Images)
Melomys cervinipes hewan pengerat asli nokturnal. Cape Tribulation, Taman Nasional Daintree, Queensland Utara, Australia. (Photo by Auscape/Universal Images Group via Getty Images)

Hewan pengerat mirip tikus ini secara resmi dinyatakan punah pada tahun 2019. Kepunahan hewan ini diakibatkan oleh perubahan iklim yang menaikan permukaan laut. Kenaikan permukaan laut ini kemudian menghanyutkan vegetasi yang digunakan Bramble Cay Melomys sebagai tempat berlindung dan makanan.

3. Lumba-lumba Sungai Yangtze.

Lumba-lumba putih Cina atau lumba-lumba punggung bungkuk Indo-Pasifik, yang dijuluki lumba-lumba merah muda, berenang di perairan lepas pantai Hong Kong pada 19 Agustus 2011. (Photo DANIEL SORABJI/AFP via Getty Images)Foto: Lumba-lumba putih Cina atau lumba-lumba punggung bungkuk Indo-Pasifik, yang dijuluki lumba-lumba merah muda, berenang di perairan lepas pantai Hong Kong pada 19 Agustus 2011. (Photo DANIEL SORABJI/AFP via Getty Images)
Lumba-lumba putih Cina atau lumba-lumba punggung bungkuk Indo-Pasifik, yang dijuluki lumba-lumba merah muda, berenang di perairan lepas pantai Hong Kong pada 19 Agustus 2011. (Photo DANIEL SORABJI/AFP via Getty Images)

Tidak ada yang pernah melihat hewan ini dalam 20 tahun terakhir sehingga akhirnya dinyatakan punah pada 2019. Industrialisasi China yang pesat selama abad ke-20 menyebabkan populasi Lumba-lumba Sungai Yangtze menurun.

4. Burung Macaw Spix.

Burung Spix Ara di penangkaran organisasi konservasi alam Association for the Conservation of Threatened Parrots e.V. (ACTP) pada 28 Juni 2018. (Photo by Patrick Pleul/picture alliance via Getty Images)Foto: Burung Spix Ara di penangkaran organisasi konservasi alam Association for the Conservation of Threatened Parrots e.V. (ACTP) pada 28 Juni 2018. (Photo by Patrick Pleul/picture alliance via Getty Images)
Burung Spix Ara di penangkaran organisasi konservasi alam Association for the Conservation of Threatened Parrots e.V. (ACTP) pada 28 Juni 2018. (Photo by Patrick Pleul/picture alliance via Getty Images)

Spesies ini memiliki momen ketenaran terakhir pada tahun 2011 ketika ditampilkan dalam film animasi "Rio". Macaw Spix terakhir di alam liar terlihat di Brasil pada 2016 dan dinyatakan punah di alam liar pada 2019.

Meski begitu saat ini ada sekitar 160 ekor Burung Macaw Spix di penangkaran. Harapan tetap bahwa pekerjaan konservasi dapat mengarah pada keberhasilan untuk meningkatkan populasi spesies ini.

5. Badak Hitam Barat.

Badak Hitam Barat Daya atau Badak Berbibir Kait (Diceros bicornis occidentalis) di Kamp Badak Gurun, Konsesi Palmwag, Namibia.  (Photo by: Education Images/Universal Images Group via Getty Images)Foto: Badak Hitam Barat Daya atau Badak Berbibir Kait (Diceros bicornis occidentalis) di Kamp Badak Gurun, Konsesi Palmwag, Namibia. (Photo by: Education Images/Universal Images Group via Getty Images)
Badak Hitam Barat Daya atau Badak Berbibir Kait (Diceros bicornis occidentalis) di Kamp Badak Gurun, Konsesi Palmwag, Namibia. (Photo by: Education Images/Universal Images Group via Getty Images)

Perburuan besar-besaran selama abad ke-19 dan ke-20 menyebabkan penurunan populasi yang cepat dari subspesies badak hitam ini, yang membuatnya terdaftar sebagai sangat terancam punah pada tahun 2008.

Di tahun 2011, hewan ini dinyatakan punah. Kabar buruknya, tidak ada Badak Hitam Barat yang diketahui dipelihara di penangkaran, artinya spesies itu kemungkinan besar hilang selamanya.

6. Burung Pelatuk Paruh Gading.

Burung pelatuk paruh gading, Campephilus principalis. (Photo by: Auscape/Universal Images Group via Getty Images)Foto: Burung pelatuk paruh gading, Campephilus principalis. (Photo by: Auscape/Universal Images Group via Getty Images)
Burung pelatuk paruh gading, Campephilus principalis. (Photo by: Auscape/Universal Images Group via Getty Images)

Burung Pelatuk Paruh Gading merupakan hewan yang menghuni wilayah Amerika Utara. Namun tidak ada penampakan yang terkonfirmasi jelas terkait burung ini sejak tahun 1987.

Dengan tak pernah terlihatnya burung ini lagi, pada tahun 2021, Fish and Wildlife Service pemerintah AS mengusulkan agar spesies tersebut dinyatakan punah. Meski begitu, periode pemantauan masih terus berlangsung.


[Gambas:Video CNBC]

(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading