Waspada! Tingkat Kematian Virus Baru Langya Lampaui COVID

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
19 August 2022 13:05
Seorang warga dites untuk penyakit virus corona (COVID-19) di balik penghalang area tertutup, setelah penguncian yang dilakukan untuk mengekang wabah COVID-19 dicabut di Shanghai, Cina, 8 Juni 2022. (REUTERS/ALY SONG) Foto: Seorang warga dites untuk penyakit virus corona (COVID-19) di balik penghalang area tertutup, setelah penguncian yang dilakukan untuk mengekang wabah COVID-19 dicabut di Shanghai, Cina, 8 Juni 2022. (REUTERS/ALY SONG)

Jakarta, CNBC Indonesia - Virus Langya, yang baru-baru ini ditemukan di China, memiliki tingkat kematian 40-75%, menurut catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding tingkat kematian akibat virus COVID-19 di Indonesia yang tercatat 2,58% per 17 Maret 2022.

Virus Langya pertama kali ditemukan dalam sampel swab tenggorokan dari pasien demam di China timur. Pasien dilaporkan memiliki riwayat kontak dengan hewan dalam beberapa waktu terakhir.

Virus Langya termasuk dalam golongan virus yang ditularkan dari hewan ke manusia. Sejauh ini, peneliti menduga asal-usul virus tersebut berasal dari tikus. 

Lantas apa itu virus baru Langya dan seperti apa gejala dan seberapa bahaya virus tersebut?

Virus ini pertama kali dilaporkan dalam sebuah studi berjudul "A Zoonotic Henipavirus in Febrile Patients in China" yang dirilis pada Kamis (4/8). Studi itu membahas soal henipavirus baru yang berhubungan dengan penyakit penyebab demam pada manusia yang teridentifikasi di China.

Henipavirus dapat menyebabkan penyakit parah pada hewan dan manusia dan diklasifikasikan sebagai virus biosafety Level 4 dengan tingkat kematian kasus antara 40-75%, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Virus Langya bisa menyebakan kematian dengan tingkat yang lebih tinggi dari Covid-19. Namun, saat ini tidak ada vaksin atau pengobatan untuk Henipavirus dan satu-satunya pengobatan adalah perawatan suportif untuk menyembuhkan gejala komplikasi.

Berikut beberapa gejala virus Langya seperti yang diungkap dalam studi tersebut :

- demam
- kelelahan
- batuk
- kehilangan nafsu makan
- nyeri otot
- mual, muntah
- sakit kepala.

Saat terpapar, pasien juga mengalami beberapa hal berikut :

- penurunan sel darah putih
- jumlah trombosit rendah
- gagal hati
- gagal ginjal.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ciri Kolesterol Tinggi Terlihat Jelas dari Kaki, Sudah Cek?


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading