Jangan Lengah, Ini Prediksi Ahli Soal Puncak Omicron BA.5

Lifestyle - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
09 August 2022 14:20
Pemeriksaan test PCR Covid-19 di salah satu Lab test Covid-19 di kawasan Cilandak, Jakarta, Kamis (16/6/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Pemeriksaan test PCR Covid-19 di salah satu Lab test Covid-19 di kawasan Cilandak, Jakarta, Kamis (16/6/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sudah didominasi oleh varian Covid terbaru, yakni Omicron BA.5. Meski kasus sudah menunjukkan tren kenaikan, ahli menyebut puncak kasus Covid sebenarnya belum terjadi. 

Lalu, kapan prediksi gelombang baru Omicron BA.5 di Indonesia?

Epidemiolog Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia memprediksi gelombang Covid baru mungkin akan terjadi pada akhir Agustus dan September. Prediksi ini mundur dari perkiraan Kemenkes sebelumnya yang menyatakan bahwa puncak kasus Omicron BA.5 akan terjadi pada Juli. 


"Mungkin [puncak Covid] menjelang akhir Agustus atau bahkan September ya," ujarnya, dikutip dari detikcom, Selasa (9/8/2022).

Dicky menyebut saat ini ada pola perlambatan ke arah puncak gelombang Omicron BA.5 akibat imunitas masyarakat yang sudah terbentuk karena vaksin. Namun, ia memprediksi kondisi ini terjadi karena kurangnya jumlah pemeriksaan Covid. Sehingga, sangat mungkin jumlah kasus sebenarnya lebih tinggi daripada yang tercatat. 

"Di tengah minimnya juga testing, sehingga tidak terlalu terlihat padahal banyak sekali (jumlah kasus)," sambungnya.

Menurut Dicky, Indonesia masih dalam masa rawan kenaikan jumlah kasus hingga Oktober. Karenanya, baik pemerintah maupun masyarakat tidak boleh lengah demi mencegah jumlah pasien meninggal, terutama di kelompok berisiko seperti lansia dan orang dengan penyakit bawaan. 


[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading