RI Masih Rawan Covid Sampai Oktober, Kasus Menuju Puncak?

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
10 August 2022 11:40
Pemeriksaan test PCR Covid-19 di salah satu Lab test Covid-19 di kawasan Cilandak, Jakarta, Kamis (16/6/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Pemeriksaan test PCR Covid-19 di salah satu Lab test Covid-19 di kawasan Cilandak, Jakarta, Kamis (16/6/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Virus Covid varian Omicron BA.4-BA.5 disebut menjadi biang kerok kenaikan kasus positif di Indonesia. Ahli memprediksi bahwa kasus Covid yang disebabkan oleh dua subvarian itu akan mencapai puncaknya dalam satu bulan ke depan.

Epidemiolog Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menyatakan, Indonesia masih dalam masa rawan kenaikan jumlah kasus hingga Oktober. Jika masa-masa rawan ini diabaikan, ia khawatir angka kematian pasien Covid bisa meningkat, terutama di kelompok berisiko.

"Masa rawan kita, prediksi saya sampai Oktober lah. Rawan ini bukan berarti akan banyak kematian, tidak, tapi kalau kita ini lemah dalam 3T, dalam upaya pencegahan 5M, dalam vaksinasi, pada gilirannya ini akan memakan korban jiwa yaitu kelompok paling rawan," jelasnya.


"(kelompok rawan ini adalah) lansia, tenaga kesehatan yang posisi berisiko tinggi, termasuk ya anak, ibu hamil, dan komorbid."

Lebih lanjut, Dicky mengatakan bahwamemang saat ini ada pola perlambatan ke arah puncak gelombang Omicron BA.5 akibat imunitas masyarakat yang sudah terbentuk karena vaksin. Namun, menurutnya kondisi ini terjadi karena kurangnya jumlah pemeriksaan Covid. Sehingga, sangat mungkin jumlah kasus sebenarnya lebih tinggi daripada yang tercatat.

"Di tengah minimnya juga testing, sehingga tidak terlalu terlihat padahal banyak sekali (jumlah kasus)," sambungnya.



[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading