RI Punya Tanaman Penyedot Emas, Janda Bolong Minggir Dulu

Lifestyle - linda hasibuan, CNBC Indonesia
09 June 2022 13:40
Emas

Jakarta, CNBC Indonesia - Tanah Indonesia ternyata menyimpan harta karun yang luar biasa yakni tanaman yang bisa menyerap logam berat (termasuk logam mulia). Hal ini diungkapkan langsung oleh Guru Besar Tetap Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) bernama Prof Hamim.

Prof Hamim menyebut logam mulia dapat diekstraksi dari tanaman penyerap logam berat. Sebab, komponen tersebut tidak mudah terdegradasi dan keberadaan di tanah bisa mencapai ratusan tahun lalu.

Meski demikian, tumbuhan memiliki mekanisme fisiologis yang membuat mereka bisa menyerap logam berat dari lingkungannya. Serta dapat digunakan sebagai agen pembersih lingkungan yang dikenal sebagai fitoremediasi.


Ada beberapa jenis tumbuhan yang mampu menyerap logam berat dalam jumlah besar di jaringannya atau disebut hiperakumulator. Lantaran kemampuannya tersebut, tumbuhan itu dapat digunakan sebagai bahan pembersih lingkungan yang dikenal dengan sebutan fitoremediasi.

"Selain dapat digunakan sebagai fitoremediasi, tanaman ini juga dapat digunakan untuk menambang logam-logam yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti nikel perak, emas, platina dan talium atau kegiatan yang dikenal dengan fitomining," katanya.

Umumnya, tumbuhan hiperakumulator ditemukan di daerah dengan kandungan logam tinggi seperti tanah serpentin dan ultrabasa.

Indonesia sendiri termasuk kawasan yang memiliki daratan ultrabasa terbesar di dunia. Daratan ultrabasa banyak ditemui di Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Hanya saja, Hamim menilai, potensi tumbuhan hiperakumulator di sana belum tergarap optimal. Perlu adanya perhatian dari berbagai pihak agar potensi dapat digali dan dimanfaatkan untuk fitoremediasi dan fitomining.

Sebagai contoh, hasil eksplorasi tumbuhan di sekitar tailing dam (lokasi limbah sisa pemisahan bijih logam mulia dengan material non-ekonomis) tambang emas PT Antam UBPE Pongkor, hampir semua jenis tumbuhan di sana mampu mengakumulasi emas meski dalam kadar rendah.

"Kelompok bayam-bayaman (Amaranthus) yang tumbuh di sekitar tailing memiliki kemampuan akumulasi emas tertinggi, tetapi karena bio massanya rendah, potensi fitomining-nya rendah. Tanaman lembang (Typha angustifolia) juga cukup tinggi mengakumulasi logam emas (Au). Typha dapat menghasilkan 5-7 gram emas per hektar. Hal ini tentu memerlukan pendalaman lebih lanjut," paparnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Punya Tanaman Penghasil Emas, Tersebar di Mana?


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading