Tanaman Penghasil Emas Bertebaran di RI, Janda Bolong Lewat!

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
17 March 2022 09:10
Gold bars are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia ternyata punya tanaman yang dapat mengekstrak emas dengan cara menyerap logam berat, termasuk logam mulia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Hamim, Pakar Biologi Tumbuhan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada gelaran Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap IPB, beberapa waktu lalu. Ia menyebut logam mulia dapat diekstraksi dari tanaman penyerap logam berat.

Menurutnya, logam berat merupakan komponen yang tidak mudah terdegradasi. Ia mampu bertahan di dalam tanah hingga mencapai ratusan tahun.


Tumbuhan memiliki mekanisme fisiologis yang membuat mereka bisa menyerap logam berat dari lingkungannya. Serta dapat digunakan sebagai agen pembersih lingkungan yang dikenal sebagai fitoremediasi.

Ada beberapa jenis tumbuhan yang mampu menyerap logam berat dalam jumlah besar di jaringannya atau disebut hiperakumulator. Lantaran kemampuannya tersebut, tumbuhan itu dapat digunakan sebagai bahan pembersih lingkungan yang dikenal dengan sebutan fitoremediasi.

"Selain dapat digunakan sebagai fitoremediasi, tanaman ini juga dapat digunakan untuk menambang logam-logam yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti nikel perak, emas, platina dan talium atau kegiatan yang dikenal dengan fitomining," katanya.

Umumnya, tumbuhan hiperakumulator ditemukan di daerah dengan kandungan logam tinggi seperti tanah serpentin dan ultrabasa. Indonesia sendiri termasuk kawasan yang memiliki daratan ultrabasa terbesar di dunia. Daratan ultrabasa banyak ditemui di Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Hanya saja, Hamim menilai, potensi tumbuhan hiperakumulator di sana belum tergarap optimal. Perlu adanya perhatian dari berbagai pihak agar potensi dapat digali dan dimanfaatkan untuk fitoremediasi dan fitomining.

Sebagai contoh, hasil eksplorasi tumbuhan di sekitar tailing dam (lokasi limbah sisa pemisahan bijih logam mulia dengan material non-ekonomis) tambang emas PT Antam UBPE Pongkor, hampir semua jenis tumbuhan di sana mampu mengakumulasi emas meski dalam kadar rendah.

"Kelompok bayam-bayaman (Amaranthus) yang tumbuh di sekitar tailing memiliki kemampuan akumulasi emas tertinggi, tetapi karena bio massanya rendah, potensi fitomining-nya rendah. Tanaman lembang (Typha angustifolia) juga cukup tinggi mengakumulasi logam emas (Au). Typha dapat menghasilkan 5-7 gram emas per hektar. Hal ini tentu memerlukan pendalaman lebih lanjut," paparnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Punya Tanaman Penghasil Emas, Tersebar di Mana?


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading