Benarkah Cacar Monyet Bisa Menular Lewat Benda Mati?

Lifestyle - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
09 June 2022 11:55
Sebuah gambar yang dibuat selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), 1996 hingga 1997, menunjukkan tangan seorang pasien dengan ruam akibat cacar monyet. (via REUTERS/CDC/BRIAN W.J. MAHY) Foto: Sebuah gambar yang dibuat selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), 1996 hingga 1997, menunjukkan tangan seorang pasien dengan ruam akibat cacar monyet. (via REUTERS/CDC/BRIAN W.J. MAHY)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyakit cacar monyet, yang biasanya hanya ditemukan di negara endemik di Afrika Barat dan Tengah, kini mulai ditemukan di banyak negara Eropa dan Amerika. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menerima laporan lebih dari 1.000 kasus cacar monyet di lebih dari 20 negara.

Melihat penyebarannya yang masif, WHO memprediksi kasus cacar monyet masih akan terus bertambah. Lalu, benarkah seseorang bisa tertular virus tersebut dari benda mati?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, virus monkeypox penyebab cacar monyet dapat menyebar ketika seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau benda mati yang terkontaminasi virus.

Berikut adalah sejumlah jalan penularan virus monkeypox:

  • Virus dapat berpindah lewat plasenta dari ibu ke janin dalam kandungan.
  • Seseorang bisa tertular virus cacar monyet melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi.
  • Virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi atau dengan bahan yang telah menyentuh cairan atau luka tubuh, seperti pakaian atau seprai.
  • Cacar monyet menyebar di antara orang-orang terutama melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh.
  • Virus juga dapat menyebar melalui pernapasan selama kontak tatap muka yang lama.
  • Cacar monyet dapat menyebar saat berhubungan seks, serta aktivitas seperti berciuman, berpelukan, atau menyentuh bagian tubuh dengan luka cacar monyet. 

Virus ini biasanya diawali dengan gejala yang mirip dengan flu seperti demam, nyeri otot, kedinginan, sakit kepala, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Kemudian berkembang menjadi ruam tubuh yang ditandai dengan munculnya benjolan yang berubah menjadi lepuh berisi nanah yang akhirnya mengering dan rontok.

Di Inggris, cacar monyet telah ditetapkan sebagai penyakit yang wajib dilaporkan ke otoritas kesehatan setempat. Sementara itu, Belgia dan Jerman mewajibkan karantina selama 21 hari bagi pasien cacar monyet.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cacar Monyet Berhasil Tembus Singapura, Begini Gejalanya


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading