Cacar Monyet Berhasil Tembus Singapura, Begini Gejalanya

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
08 June 2022 13:05
Seorang petugas kesehatan berdiri di depan informasi virus monkeypox di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang dekat Jakarta, Indonesia pada 15 Mei 2019. Monkeypox adalah penyakit menular oleh virus monkeypox yang endemik dari sebagian wilayah Tengah dan Afrika Barat yang membuat manusia luka, demam, nyeri otot dan kedinginan. (Getty Images/Anadolu Agency)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Singapura melaporkan adanya temuan kasus pertama cacar monyet atau monkeypox. Kasus tersebut terjadi kepada seorang pelancong yang transit di Bandara Changi pekan lalu.

Berdasarkan informasi, pelancong tersebut terbang dari Barcelona dan pada 1 Juni 2022 tiba Bandara Changi. Kemudian ia melanjutkan perjalanan menuju Sydney di hari yang sama.

"Karena kasusnya tidak masuk ke Singapura atau berinteraksi dengan orang-orang di komunitas, saat ini belum ada risiko penularan komunitas yang signifikan," kata Kementerian Kesehatan Singapura, dikutip dari CNA, Senin (6/6/2022).


Saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 780 kasus cacar monyet yang tersebar di beberapa negara. Jumlah tersebut dilaporkan di luar negara endemik, seperti Afrika Barat dan Tengah.

Akhir-akhir ini virus itu telah muncul di Inggris, Spanyol, Portugal, Amerika Serikat (AS), Italia, Swedia, Prancis, dan Kanada.

Seperti namanya, virus berasal dari infeksi pada monyet. Dilansir dari laman CDC, virus merupakan bagian dari genus Orthopoxvirus, yang juga mewadahi virus serupa yakni variola (penyebab cacar), vaccinia (digunakan dalam pembuatan vaksin) dan cacar sapi (cowpox virus).

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebut, gejala awal penyakit cacar monyet mirip dengan gejala flu. Tak lain berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, kedinginan, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Gejala tersebut kemudian disusul oleh munculnya lesi, khususnya pada kasus infeksi yang disebabkan oleh kontak kulit dengan pasien cacar monyet. Dari 20 kasus cacar monyet yang sudah teridentifikasi di AS hingga saat ini, delapan pasien di antaranya mengalami ruam pada alat kelamin atau area sekitar anus.

Berikut adalah gejala yang dilaporkan:

- Demam
- Letih atau lemas
- Menggigil
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Pembengkakan kelenjar getah bening, yang ditandai dengan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

CDC Peringatkan Cacar Monyet Menyebar di Komunitas Gay-Biseks


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading