Harga Muntahan Paus Bisa Tembus Rp21 Miliar, Apa Istimewanya?

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
08 June 2022 10:40
Muntahan Paus Sperma, Ambergris sangat langka di dunia. (Dok: iStockphoto/spline_x) Foto: Muntahan Paus, Ambergris sangat langka di dunia. (Dok: iStockphoto/spline_x)

Jakarta, CNBC Indonesia - Muntahan paus atau ambergris ternyata memiliki nilai yang fantastis. Belum lama ini, seorang nelayan di Thailand tak sengaja menemukan gumpalan muntahan paus yang hampir tembus Rp 21 miliar.

Apa sih yang membuat ambergris begitu istimewa dan berharga selangit?

Ambergis juga dijuluki juga sebagai whale poop alias kotoran paus. Secara harfiah, ambergris adalah gabungan dari dua kata dalam bahasa latin yaitu ambra dan grisea atau batu ambar berwarna abu-abu. Jika dilihat dari tampilannya, benda tersebut memang berwarna abu-abu kehitaman. Seiring berjalannya waktu, ambergris yang encer akan mengalami proses kimia setelah terkena air laut yang membuat bentuknya jadi solid seperti batu.


Tapi sebenarnya ambergris ini adalah bahan baku parfum yang harganya sangat mahal. Tak heran banyak yang menyebut ambergris sebagai 'emas' yang terapung di lautan.

Para pembuat parfum merek kenamaan seperti Chanel membutuhkan ambergis untuk membuat aroma musk yang bikin parfum tahan lama. Konon, permintaan ambergis sangat tinggi di negara produsen parfum seperti Uni Emirat Arab yang punya market wewangian sangat besar. 

Namun, peran ambergis yang alami kini sudah digantikan dengan produk sintetis karena barangnya semakin langka.

Selain untuk parfum, ambergris juga dibuat untuk obat serta campuran makanan dan minuman. Raja Charles II dari Inggris biasa menyantapnya bersama telur. Ambergris juga digunakan sebagai penyedap dalam kopi turki serta campuran cokelat panas di Eropa pada abad ke-18.

Orang Mesir kuno membakar ambergris sebagai dupa, sedangkan di Mesir modern digunakan untuk mengharumkan rokok. Selama Abad Pertengahan, orang Eropa menggunakan ambergris sebagai obat untuk sakit kepala, pilek, epilepsi, dan penyakit lainnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Baca Juga
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading