Muncul Gejala Ini? Waspada! Bisa Jadi Gejala Cacar Monyet

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
25 May 2022 10:40
Seorang penumpang berjalan di depan informasi virus monkeypox di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang dekat Jakarta, Indonesia. Monkeypox adalah penyakit menular yang endemik virus monkeypox dari bagian Tengah dan Barat Afrika yang membuat manusia luka, demam, nyeri otot dan kedinginan. (Jepayona Delita/Penerbitan Masa via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah cacar monyet (monkeypox) tengah menjadi perhatian beberapa negara dan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Sedikitnya 12 negara telah dikonfirmasi terpapar cacar monyet.

Kendati demikian, WHO tidak menyebutkan negara mana saja yang terdampak. Namun, sebelumnya, penularan dikonfirmasi di Italia, Swedia, Spanyol, Portugal, Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris.


Gejala awal jika terinfeksi cacar monyet adalah demam, sakit kepala, pembengkakan anggota tubuh, sakit punggung, nyeri otot, dan kelesuan.

Setelah demam mencapai puncak dan mereda, ruam atau bintil merah pada kulit muncul dan berkembang. Seringkali, ruam dimulai pada wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, paling sering di telapak tangan dan telapak kaki.

Ruam, yang bisa terasa sangat gatal, kemudian mengering dan membentuk keropeng, yang kemudian terkelupas. Setelah itu, di tempat bekas ruam muncul bekas luka. Infeksi biasanya hilang dengan sendirinya dan berlangsung antara 14 dan 21 hari.

Penularan cacar monyet

Penyakit ini dapat menular ke pihak lain ketika seseorang melakukan kontak fisik yang dekat dengan orang yang terinfeksi. Virus masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan atau melalui mata, hidung hingga mulut.

Cacar monyet tidak digambarkan sebagai infeksi yang dapat menular secara seksual, tetapi dapat ditularkan melalui kontak langsung saat berhubungan seks.

Cacar monyet juga dapat menyebar melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi seperti monyet, tikus dan tupai, atau melalui benda yang terkontaminasi virus, seperti tempat tidur dan pakaian.

Direktur WHO untuk kawasan Eropa, Hans Kluge, memperingatkan bahwa "saat memasuki musim panas dengan banyaknya perkumpulan massal, festival, dan pesta, saya khawatir penularan bisa semakin cepat."

Dari semua kasus, menurutnya, hanya satu yang pernah bepergian ke kawasan endemik cacar monyet.

Cacar monyet biasanya paling sering terjadi di daerah terpencil di Afrika bagian tengah dan barat. Penyakit ini disebabkan infeksi virus langka yang biasanya memiliki gejala ringan. Kebanyakan orang yang terinfeksi umumnya sembuh dalam beberapa minggu, menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cacar Monyet Infeksi Banyak Negara, Ini Gejala & Penularannya


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading