Benarkah Virus Hendra Mematikan? Begini Kata Ahli

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
19 May 2022 11:25
A bat hangs from a branch outside Brazil's state-run Fiocruz Institute at Pedra Branca state park, near Rio de Janeiro, Tuesday, Nov. 17, 2020. Bats are thought to be the original or intermediary hosts for multiple viruses that have spawned recent epidemics, including COVID-19, SARS, MERS, Ebola, Nipah virus, Hendra virus and Marburg virus. (AP Photo/Silvia Izquierdo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Belum usai virus Covid-19 dan wabah hepatitis akut misterius, para peneliti kini kembali menemukan virus baru yakni virus Hendra.

Virus Hendra (HeV) adalah anggota famili Paramyxoviridae, genus Henipavirus. HeV pertama kali ditemukan pada tahun 1994 dari spesimen yang diperoleh selama wabah penyakit pernapasan dan neurologis pada kuda dan manusia di Hendra, pinggiran kota Brisbane, Australia.

Para peneliti di Griffith University Australia menyebut bahwa varian dari virus tersebut bisa menular ke manusia. Virus ini juga terdeteksi di urine kelelawar berkepala hitam dan abu-abu yang menyebar di Australia New South Wales hingga Queensland.


"Hasil studi kami dengan meneliti spesies kelelawar tertentu mengungkapkan bagaimana varian virus Hendra menular ke kuda dan manusia," kata pemimpin penelitian dr Alison Peel dari Pusat Kesehatan dan Keamanan Pangan, dikutip situs resmi Griffith University, Selasa (17/5/2022).

Virus hendra lebih sering ditemukan pada akhir Mei hingga akhir Agustus, namun penularan diyakini bisa terjadi di semua musim.

Lantas, apakah virus hendra mematikan?

Epidemiolog Dickyy Budiman mengungkapkan bahwa virus hendra sebenarnya sudah lama ditemukan. Virus ini merupakan penyakit endemi yang hanya ditemukan di sejumlah wilayah.

Sejak dilaporkan pada tahun 1994, virus hendra tercatat memiliki angka kematian di atas 50 persen, baik pada hewan maupun manusia. Adapun 'korban' terpapar paling banyak dilaporkan pada hewan kuda. Kuda yang terinfeksi akibat terpapar kotoran dari kelelawar pemakan buah umumnya mengalami kondisi fatal. Sekitar 80 persen dari total kasus tak tertolong. Ancaman serupa juga mengintai manusia.

"Pada manusia pun 70 persen kalau terpapar ya mematikan, 7 dari 10 orang manusia yang terkena virus Hendra ini meninggal," ujarnya. 

Untuk itu, Dicky mengimbau masyarakat khususnya mereka yang memiliki peternakan untuk mewaspadai penularan virus hendra. Sebab, virus tersebut bisa bertahan di kotoran hewan selama empat hari.

Seperti apa gejala virus Hendra? Informasi selengkapnya >>> di sini


[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading