Akankah Kasus Covid-19 Naik Lagi Usai Mudik? Ini Kata Ahli

Lifestyle - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
07 May 2022 20:00
Calon penumpang mengantri check-in tiketin di Terminal 3 Bandara Soetta, Jakarta, Kamis, (28/4/2022). Empat hari jelang hari raya Idul Fitri, Bandara Soekarno Hatta dipadati pemudik sejak pagi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan. Hal ini membuat pemerintah melonggarkan kebijakan hari raya Idulfitri di tahun 2023.

Pelonggaran tercermin dari diperbolehkannya melakukan kegiatan mudik serta tempa wisata pun di buka pada periode hari kemenangan bagi umat muslim di tahun ini.

Namun, kenaikan kasus Covid-19 setelah lebaran dinilai perlu diwaspadai. Jangan sampai sama dengan sebelumnya dimana kenaikan kasus terjadi usai liburan.


"Bagaimanapun perjalanan (mudik) meningkatkan risiko penyebaran atau terpapar Covid-19. Pencegahan jangan lupa dilakukan. Jangan abai dan tetap melakukan protokol kesehatan," tutur Dicky Budiman, epidemiolog dan peneliti Indonesia dari Universitas Griffith, Australia, kepada CNBC Indonesia.

Sebagai catatan, dua puncak gelombang Covid-19 pada tahun 2021 dipicu oleh lonjakan kasus setelah libur panjang. Gelombang I terjadi setelah libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Pada akhir Desember 2020, tambahan kasus Covid Indonesia ada di kisaran 5.000-6.000 per hari. Namun, kasus Covid-19 melonjak di atas 10.000 kasus pada pertengahan Januari 2021.

Puncak gelombang I terjadi pada 30 Januari 2021. Pada hari tersebut, jumlah kasus mencapai 14.518. Tambahan kasus dalam jumlah besar pada gelombang I baru mereda pada akhir Februari 2021.

Pengalaman serupa terulang pada libur panjang Lebaran 2021 di mana Hari Raya Idulfitri 2021 jatuh pada 12 Mei 2021. Pada akhir Mei, tambahan kasus harian masih tercatat 5.000-6.000.

Kasus Covid-19 melonjak tajam bahkan tidak terkontrol hingga menembus 54 ribu kasus lebih pada Juli 2021. Puncak gelombang II terjadi pada 15 Juli 2021 di mana kasus menembus 56.757.

Periode gelombang II berlangsung lebih lama dibandingkan dengan periode gelombang I. Gelombang II Covid-19 baru mereda di akhir Agustus 2021.

Gelombang II juga memakan korban jiwa paling besar. Pada periode 16 Juli-22 Agustus 2021, kasus kematian akibat Covid-19 tercatat lebih dari 1.000 sehari.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bun, Ini Tips Menenangkan Anak Takut Disuntik Vaksin Covid-19


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading