Gejala Omicron Terlihat Jelas di Kulit? Waspadai Tanda Ini!

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
14 March 2022 11:45
A petrol attendant stands next to a newspaper headline in Pretoria, South Africa, Saturday, Nov. 27, 2021. As the world grapples with the emergence of the new variant of COVID-19, scientists in South Africa — where omicron was first identified — are scrambling to combat its spread across the country. (AP Photo/Denis Farrell)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para ilmuan terus menemukan fakta baru mengenai virus Covid-19 varian Omicron. Selain gejala mirip flu yang umum ditemukan pada pasien Omicron, ternyata ada gejala lain yang muncul di kulit. 

Sebuah studi dari Inggris yang dipublikasikan oleh ZOE Covid Symptom Study App, mengungkap ada tiga tanda-tanda seseorang terpapar Omicron yang gejalanya terlihat dari kulit, yakni:

  • Kulit gatal
  • Ruam mirip biang keringat yang muncul di seluruh tubuh. Tetapi lebih sering terjadi pada siku, punggung tangan, dan kaki.
  • Ruam di kulit yang berwarna ungu atau merah dan menonjol di kulit, serta terasa sakit.

Sementara itu, studi terbaru yang diunggah ke bioRxiv oleh National Institute of Infectious Diseases Tokyo, Jepang, menemukan bahwa virus Corona varian Omicron dapat bertahan lebih lama di permukaan kulit. Hal yang sama juga ditemukan oleh penelitian dari Kyoto Prefectural University of Medicine.


Studi tersebut meneliti virus Corona versi asli, varian Alpha, Beta, Gamma, Delta, dengan Omicron. Para peneliti mengamati virus di permukaan potongan kulit manusia asli dari mayat.

Hasilnya, penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Kedokteran Prefektur Kyoto menemukan virus Covid-19 varian awal menunjukkan durasi bertahan paling sedikit, sementara varian Omicron bertahan paling lama pada permukaan kulit hingga empat kali lipat.

"Studi kami menunjukkan pada permukaan plastik dan kulit, varian Alpha, Beta, Delta dan Omicron menunjukkan waktu bertahan lebih dari dua kali lipat lebih lama dari strain Wuhan dan mempertahankan infektivitas selama lebih dari 16 jam pada permukaan kulit," ujar tim peneliti dikutip dari Euronews.

Varian Covid-19 asli dapat bertahan di kulit mencapai 8,6 jam. Berikutnya berturut-turut Alpha selama 19,6 jam, Beta 19,1 jam, 11 jam untuk Gamma, dan 16,8 jam pada Delta. Sedangkan Omicron kembali yang bertahan lebih lama yakni 21,1 jam.

Para peneliti mengatakan pengujian membuktikan varian Omicron punya stabilitas pada lingkungan yang tinggi dibandingkan Variant of Concern (VoC) lain. Dengan contoh tersebut memungkinkan Omicron untuk menyebar lebih cepat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tak Seringan yang Dibayangkan, Varian Omicron Tetap Mematikan


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading