Bukan 2022, Bos Vaksin Pfizer Bocorkan Kapan Covid Berakhir

Tech - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
13 March 2022 08:20
Health workers check details of a passenger arriving from Beijing at the train station in Wuhan in central China's Hubei province on Sunday, March 29, 2020. Wuhan, the city at the center of China's virus outbreak, has reopened subways and long-distance train service in another step toward ending restrictions that confined millions of people to their homes. Chinese characters read Foto: Petugas menyiapkan thermal scanner untuk pemeriksaan suhu tubuh secara massal di stasiun kereta (AP/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 belum diprediksi belum akan berakhir di tahun 2022. Presiden Global Pfizer Vaccines, Nanette Cocero, memperkirakan pandemi baru akan selesai dua tahun lagi atau pada 2024 mendatang.

Saat itu, dia mengatakan pandemi akan bergeser ke tahap endemi. "Kami percaya Covid-19 akan bertransisi ke keadaan endemi, berpotensi pada tahun 2024," ungkapnya, dikutip CNBC Internasional.

Endemi merupakan tahapan saat pandemi berakhir namun bukan berarti virus menghilang. Tahapan itu adalah saat penyakit menular terjadi di wilayah atau musim tertentu saja.


Endemi bisa terjadi apabila kekebalan populasi masyarakat dunia sudah cukup terpenuhi dari vaksin. Selain itu juga berasal dari penularan virus, rawat inap, dan kematian yang terkendali.

Peneliti Pfizer, Mikael Dolsten mengatakan prediksi pandemi berakhir terjadi apabila distribusi adil pada wilayah dengan tingkat vaksinasi yang masih rendah.

"Kapan dan bagaimana tepatnya ini terjadi akan tergantung pada evolusi penyakit, seberapa efektif vaksin dan perawatan, serta distribusi vaksin yang adil ke tempat-tempat di mana tingkat vaksinasi rendah," jelas Dolsten.

Namun catatan lainnya, varian Covid-19 juga menjadi penentu dari pandemi. Dolsten juga menambahkan perubahan tahapan dari pandemi ke endemi akan berbeda waktunya di tiap wilayah.

Sejak pandemi Covid-19 menyebar dua tahun lalu, sudah banyak varian yang hadir. Termasuk Delta yang menyebabkan kenaikan kasus cukup signifikan di dunia termasuk Indonesia pertengahan tahun lalu.

Selain itu varian omicron juga teridentifikasi sejak November lalu. Indonesia diketahui penyebarannya cukup masif, bahkan membuat kasus harian juga kembali mengalami kenaikan beberapa waktu lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Omicron, Bill Gates Ungkap Kapan Pandemi Covid Berakhir


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading