Leonardo DiCaprio Jadi Investor di Startup untuk Vegetarian

Lifestyle - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
21 February 2022 16:35
Leonardo Dicaprio

Jakarta, CNBC Indonesia - Aktor dan aktivis iklim Leonardo DiCaprio menjadi investor di startup yang memproduksi 'daging buatan' sebagai protein alternatif untuk vegetarian. Tak tanggung-tanggung, ia bahkan menanamkan investasi di dua perusahaan rintisan yang 'menumbuhkan daging' di laboratorium sekaligus.

Mengutip Chanel News Asia, DiCaprio telah membeli saham di Aleph Farms dan Mosa Meat, dua perusahaan yang mengembangkan produk protein yang tumbuh dari sel sapi, sebuah area baru di pasar daging alternatif yang sedang berkembang.

Aktor pemenang Academy Award ini juga akan bertindak sebagai penasihat perusahaan, kata siaran pers bersama dari Aleph Farms yang berbasis di Israel dan Mosa Meat yang berbasis di Belanda.


"Salah satu cara paling berdampak untuk memerangi krisis iklim adalah dengan mengubah sistem pangan kita," kata bintang Titanic tersebut dalam siaran pers.

Mosa Meat and Aleph Farms sendiri menawarkan cara baru untuk memenuhi permintaan daging sapi dunia, sambil mengatasi beberapa masalah iklim paling mendesak dari produksi daging sapi industri saat ini.

Sebelumnya, DiCaprio juga dilaporkan telah berinvestasi di Beyond Meat yang menjual burger dan sosis yang terbuat dari tanaman.

Isu lingkungan belakangan ini memang menjadi masalah dalam dunia peternakan lantaran limbah gas metan yang merusak lingkungan. Hal inilah yang disebut menjadi pendorong Leonardo DiCaprio mengembangkan investasinya dari bisnis baru tersebut.

Aleph Farms menciptakan 'steak' dari daging sapi buatan. 'Daging' tersebut berasal dari sel non-rekayasa genetika yang diisolasi dari sapi hidup. Cara ini diklaim tidak merugikan hewan dan merusak lingkungan.

Sementara Mosa Meat memperkenalkan 'hamburger daging sapi' hasil budidaya pertama di dunia pada tahun 2013. Metode yang digunakan adalah dengan menanamnya langsung dari sel sapi.

Biaya untuk memproduksi daging yang dibudidayakan dari sel diketahui cukup tinggi, dan sejauh ini hanya Singapura yang menyetujui penjualan produk tersebut.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kaya Raya Diusia 25 Tahun Bukan Mimpi, Ini Buktinya


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading