Nasib Avanza 2022 Berada di Ujung Tanduk, Ada Apa Nih?

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
06 February 2022 16:15
Pengunjung melihat mobil Toyota Avanza terbaru di Dealer Auto 2000 Sudirman, Jakarta, Rabu, 24/11. Persaingan Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander terjadi di ajang Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2021 pada 11-21 November 2021 di ICE BSD kemarin. Selama pameran, keduanya menjadi mobil terlaris yang dipesan konsumen dari masing-masing agen tunggal pemegang merek (ATPM).
Berdasarkan catatan Toyota Astra Motor (TAM), All New Avanza dan All New Veloz laku ribuan, memberikan kontribusi terbesar mencapai 1.534 unit, dengan masing-masing 711 unit dan 823 unit, atau sebesar 34% dari total seluruh model Toyota.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Belum lama ini, Pemerintah kembali memberikan fasilitasi fiskal berupa diskon pajak mobil, meski tak lagi 100% seperti di tahun 2021.

Pemerintah pun memperpanjang program diskon PPnBM mobil baru hingga tahun 2022. Namun, tak sebesar dan tidak seleluasa tahun 2021 yang mencapai 100%.

Mekanisme diskon pajak ini dibagi jadi 2 kategori, yakni untuk LCGC dengan harga di bawah Rp200 juta. Kategori ini mendapat diskon 100% di kuartal pertama 2022, namun besaran diskon menyusut di tiap kuartalnya hingga kembali normal di kuartal IV.


Kategori kedua, diskon PPnBM untuk mobil non-LCGC Rp200 juta - 250 juta. Yang diberikan hanya di kuartal pertama 2022, besarannya pun hanya 50%.

Jika tidak ada perubahan atau perpanjangan program diskon pajak lagi, artinya harga mobil yang tadinya menikmati diskon PPnBM akan kembali normal ke posisi sebelum berlakunya fasilitas fiskal tersebut.

Lalu, bagaimana nasib Toyota Avanza dan kawan-kawan di tahun 2022?

Berakhirnya diskon PPnBM 100% pada 2021 lalu berdampak pada harga mobil baru di diler yang mengalami kenaikan signifikan. Toyota Avanza misalnya mengalami kenaikan lebih dari Rp 20 juta setelah tak dapat diskon PPnBM. Kondisi ini membuat Avanza berada 'di ujung tanduk'.

Menilik ke belakang, lonjakan harga di atas sempat coba diantisipasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Kala itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang pun mengajukan surat usulan perpanjangan PPNBM diskon 100% untuk 2022 kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Permintaannya adalah agar Sri Mulyani tidak mengklasifikasikan mobil di bawah Rp 240 juta sebagai mobil mewah dan kandungan lokal 80%. Ketika pemerintah tidak menganggap mobil di golongan tersebut sebagai barang mewah, maka PPnBM bisa jadi tidak diterapkan.

Bila melihat batasan harga Rp 240 juta, untuk segmen low MPV seperti Toyota Veloz terancam tak dapat perpanjangan diskon ini, di situs resmi Toyota pada Desember 2021, harga Veloz dimulai dari Rp 251 juta.

Sedangkan Toyota Avanza harga terendah saat Desember 2021 masih dimulai dari Rp 206 juta. Namun, Avanza G CVT TSS dibanderol Rp 264,4 juta berpeluang tak dapat diskon perpanjangan bila usulan itu diberlakukan. Sedangkan Xpander juga berpeluang dapat diskon, terutama pada model terendah yaitu harga Rp 237 juta.

Namun, bila melihat acuan harga terbaru dari situs resmi Toyota Astra Motor, Selasa (4/1/2022), Toyota Avanza harganya sudah naik. Tipe terendah Avanza kini sudah naik jadi Rp 228,3 juta untuk tipe E, ada kenaikan dari harga Rp 2 juta dibandingkan Desember yang masih Rp 206 juta. Tipe G paling murah sudah naik jadi Rp 253,1 juta.

Di sisi lain, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pun jadi pertimbangan menentukan nasib diskon PPnBM.

Ada beberapa mobil yang memiliki local purchase (TKDN) 80% ke atas, seperti Toyota Veloz, Toyota Innova 2.0, Honda HR-V 1.8, All New Honda BR-V dan Mitsubishi Xpander Cross.

Namun, kalau melihat syarat dari Kemenperin terkait harga mobil Rp 240 juta ke bawah dan kapasitas mesin maksimal 1.500 cc, mobil-mobil itu tidak termasuk.

Toyota Veloz memang pakai mesin 1.500 cc, tapi harganya di atas Rp 240 juta. Toyota Rush pun harganya di atas Rp 240 juta. Begitu juga All New Honda BR-V, Honda mengklaim BR-V generasi terbaru itu sudah punya komponen lokal 80%.

Tapi harga BR-V terbaru paling murah Rp 275,9 juta. Mitsubishi Xpander Cross pun sama. Versi SUV dari Xpander itu punya local purchase 80% dengan harga paling murah RP 268,15 juta.


[Gambas:Video CNBC]

(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading