Selain Omicron dan Delta, di Indonesia Ada Covid Varian Lokal

Lifestyle - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 January 2022 08:30
Ilustrasi Virus Covid-19 (Photo created by wirestock via Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah penularan Covid-19 varian delta sempat membuat kondisi pandemi di Indonesia dan hampir seluruh negara di dunia chaos. Kini covid varian omicron mulai mengambil alih posisi tersebut akibat karakteristik penularannya yang sangat cepat.

Belum lama ini, bahkan ditemukan varian baru lainnya yang disebut-sebut berbeda dengan dua varian Covid paling berbahaya ini. Bahkan disebut varian ini hanya ditemukan di Indonesia.

Varian ini ditemukan pertama kali oleh Institute Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga atas uji sampe terhadap 18 pasien Covid. Dari sampel tersebut, ditemukan tiga varian berbeda, yakni delta, omicron dan varian tak dikenal.


"Ada 8 varian Omicron, 9 varian Delta, dan satu varian lokal," kata Erwin Astha Tryiono, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur pekan ini.

ITD sebagai penemu varian ini mengklaim karakteristik varian tersebut berbeda dengan varian yang delta dan omicron, bahkan juga tak sama dengan varian yang pertama kali berkembang dari China.

Meski demikian, hingga saat ini masih belum terkonfirmasi apakah varian temuan di Surabaya ini lebih berbahaya ketimbang dengan dua varian yang tersohor tersebut.

Sementara itu, ks Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan analisa masih perlu dilakukan jika benar terdapat virus varian lokal.

"Mungkin dilihat phyllogenetic tree-nya dan lain-lain. Di upload ke GISAID, kalau dirasa perlu," kata dia dalam keterangan terpisah.

"Kalau dianggap penting, maka IHR Focal Point Indonesia tinggal menginformasikan ke GOARN untuk nanti diputuskan apakah akan masuk VUM atau tidak. Atau mungkin saja sudah ada laporan varian serupa dari beberapa negara lain yang mungkin perangainya tidak mengkhawatirkan," paparnya.

Dia membenarkan bahwa virus SARS Cov2 memang akan selalu bermutasi dan tidak menutup kemungkinan muncul varian baru di berbagai belahan dunia. Namun, perlu penelitian lebih dalam unyuk dampaknya pada masyarakat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Awas! Orang Terinfeksi Omicron Sebar Virus Sampai 10 Hari


(mon/mon)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading