Bisakah Tertular Varian Delta & Omicron di Saat Bersamaan?

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
25 January 2022 08:50
Otoritas Belanda mendeteksi 13 kasus positif virus Corona (COVID-19) varian Omicron dari dua penerbangan asal Afrika Selatan (Afsel). (REUTERS/EVA PLEVIER)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyebaran varian baru virus corona, Omicron, saat ini tengah mendominasi beberapa kasus baru di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Di tengah kekhawatiran ini, timbul pertanyaan, bisakah seseorang dapat terinfeksi kedua varian virus corona ini secara bersamaan?

Profesor dan kepala departemen penyakit menular di University at Buffalo, Thomas Russo, mengatakan hal itu bisa saja terjadi. Meskipun belum ada laporan terdokumentasi tentang koinfeksi dengan varian Delta dan Omicron.

Hal senada juga disampaikan pakar penyakit menular di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins, Amesh A. Adalja. Ia mengatakan koinfeksi dengan dua jenis virus yang sama dapat terjadi. Sebab, varian Omicron dari SARS-CoV-2 menginfeksi beberapa sel, dan varian Delta menginfeksi yang lain.


Setiap kali virus memasuki tubuh, partikel tidak akan mengikat setiap sel -- jadi dalam koinfeksi, jenis virus yang berbeda dapat mengikat sel yang berbeda pada waktu yang sama.

Seseorang juga bisa tertular kedua strain secara berturut-turut. Untungnya, skenario ini mungkin lebih sulit terjadi karena kekebalan tubuh mulai berkembang setelah infeksi Covid-19.

Sementara itu, koinfeksi kemungkinan akan terlihat seperti infeksi Covid-19 pada umumnya. Jadi, meskipun memiliki koinfeksi varian Omicron dan Delta secara bersamaan tampaknya sangat mengkhawatirkan, Dr Adalja mengatakan efek yang ditimbulkan tidak sebesar seperti kedengarannya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Inikah Alasan Covid-19 Indonesia Turun Drastis dengan Cepat?


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading