Internasional

Korsel Catat Kematian Janin Pertama akibat Covid-19

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
25 November 2021 14:53
A medical worker takes samples from a man during a COVID-19 testing at a makeshift clinic in Seoul, South Korea, Monday, Dec. 14, 2020. South Korea was opening dozens of free COVID-19 testing sites in the greater Seoul area, as the country registered additional more than 700 new cases Monday amid a surge in infections. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19 di Korea Selatan (Korsel) semakin melonjak. Kali ini otoritas kesehatan negara tersebut mengkonfirmasi kasus pertama di mana sebuah janin meninggal akibat terpapar virus corona.

Dilansir dari kantor berita Yonhap Kamis (24/11/2021), janin tersebut meninggal di dalam perut saat ibunya hamil 26 minggu atau 6 bulan. Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), ibunya melahirkan bayi yang sudah tak bernyawa itu, Senin, empat hari setelah dipastikan telah terinfeksi Covid-19.


"Janin dites positif Covid-19 setelah lahir," kata KDCA.

Di hari yang sama, KDCA mengumumkan bahwa negara itu menambahkan 35 kematian lagi akibat Covid-19. Ini jumlah tertinggi sejak dimulainya gelombang ke-4 pandemi pada Juli, menjadikan jumlah kematian menjadi 3.363.

Awal pekan, Negeri Ginseng sudah mencatat rekor harian baru 4.116 kasus harian virus corona. Kenaikan kasus muncul saat Korsel mulai menjalankan rencana "hidup dengan Covid-19" sejak awal November.

Rencana ini bertujuan untuk mencabut aturan jarak (social distancing) dan akhirnya membuka kembali negara setelah mencapai tujuan vaksinasi Oktober. Targetnya semua pembatasan akan dihapus Februari 2022.

Selasa, rumah sakit di Korsel merawat 586 pasien Covid-19 yang parah. Pasien-pasien baru ini cepat mengisi tempat tidur rumah sakit yang terbatas. Lebih dari 85% dari mereka berusia 60 tahun ke atas.

Setidaknya 69% tempat tidur ICU terisi secara nasional, 83% di ibu kota Seoul dan daerah sekitarnya saja. Ini terjadi berkat otoritas kesehatan yang bergegas mengamankan lebih banyak tempat tidur mengeluarkan perintah administratif. Meskipun angka rawat inap meningkat, angka kematian di negara ini masih relatif rendah, yaitu 0,79%.

Korsel adalah salah satu negara pertama yang mencatat kasus virus corona baru setelah muncul di China pada akhir 2019. Sejak itu Korsel memiliki total 429.002 infeksi, dengan 3.401 kematian hingga kini.

Negara ini juga telah sepenuhnya memvaksinasi 79,% dari 52 juta penduduknya. Sementara hanya 4,1% yang telah diberi dosis vaksin booster.


[Gambas:Video CNBC]

(tfa/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading