Internasional

Kuil Matahari yang Hilang Ditemukan, Berusia 4.500 Tahun

Lifestyle - sef, CNBC Indonesia
16 November 2021 17:40
An undated handout photo released Thursday, April 8, 2021 by the by the Zahi Hawass Center For Egyptology shows an archaeological discovery as part of the 'Lost Golden City' in Luxor, Egypt. The city is 3000 years old, dates to the reign of Amenhotep III, and continued to be used by Tutankhamun and Ay. (by the Zahi Hawass Center For Egyptology via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para arkeolog menemukan 'kuil matahari' Mesir yang hilang 4.500 tahun yang lalu. Mengutip CNN International kuil itu terkubur di bawah kuil lain di Abu Ghurab, sekitar 12 mil selatan Kairo.

Menurut asisten professor Egyptology Institut Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia untuk Mediterania dan Budaya Oriental, kuil itu berada tepat di bawah kuil Nyuserra yang ditemukan di 1898. Nyuserra sendiri adalah raja ke-5 yang memerintah Mesir antara 2.400 dan 2370 sebelum masehi (SM).


"Para arkeolog abad ke-19 hanya menggali bagian yang sangat kecil dari bangunan bata lumpur ini di bawah kuil batu Nyuserra dan menyimpulkan bahwa ini adalah fase bangunan sebelumnya dari kuil yang sama," kata Massimiliano Nuzzolo yang juga direktur misi penemuan dikutip Selasa (16/11/2021).

"Sekarang temuan kami menunjukkan bahwa ini adalah bangunan yang sama sekali berbeda, didirikan sebelum Nyuserra."

Temuan itu juga termasuk segel yang diukir dengan nama raja sebelum Nyuserra. Tim mengatakan kuil dibangun dengan bata lumpur dengan beberapa elemen batu.

"Konstruksi aslinya seluruhnya memang terbuat dari batu bata lumpur," kata Nuzzolo lagi seraya menyebut menemukan pula lusinan botol minuman memabukkan selama penggalian dan guci yang diisi lumpur ritual yang diperkirakan berasal dari pertengahan abad ke-25 SM.

"Monumen batu bata lumpur sangat mengesankan ukurannya ... tetapi Nyuserra secara ritual menghancurkannya untuk membangun kuil mataharinya sendiri."

Dikatakannya lagi, kuil-kuil ini didedikasikan untuk memuja dewa matahari Ra. Raja kala itu melegitimasi kekuasaan melalui kuil dan menampilkan dirinya sebagai putra dewa matahari di bumi.

Ia mengatakan kini para arkeolog masih menganalisis artefak untuk mengetahui lebih banyak soal kehidupan saat kuil dibangun. Termasuk raja mana yang membangun kuil ini melalui penggalian lebih lanjut di situs tersebut.

"Mempelajari tembikar, khususnya, akan memungkinkan mereka untuk mengetahui lebih banyak tentang bagaimana orang hidup pada saat itu," tambah Nuzzolo, termasuk apa yang mereka makan dan apa yang mereka yakini.

Penemuan Nuzzolo dan tim sendiri ditampilkan di "Lost Treasures of Egypt" National Geographic, Penggalian merupakan misi bersama Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia dengan Universitas Naples L'Orientale.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading