Fenomena Melajang Warga Korea, Tertinggi Sepanjang Masa!

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
30 September 2021 10:50
Jobseekers look at recruitment advertisements during the 2018 Japan Job Fair in Seoul, South Korea, November 7, 2018. Picture taken on November 7, 2018. To match Insight SOUTHKOREA-JOBS/KMOVE  REUTERS/Kim Hong-Ji

Jakarta, CNBC Indonesia - Baru-baru ini sebuah data sensus Korea Selatan menunjukkan bahwa banyak anak mudanya yang menunda atau menyerah pada pernikahan di tengah melambatnya ekonomi yang berkepanjangan.

Menurut Korea Times, dikutip Kamis (30/09/2021), lebih dari 42% penduduk Korea Selatan berusia 30-an tahun pada tahun lalu memutuskan untuk tidak menikah.

Dari 13,7 juta penduduk lajang berusia 15 tahun ke atas, 2,82 juta orang berusia 30-an tahun masih melajang pada tahun lalu, dan angka ini naik dari 2,68 juta pada lima tahun sebelumnya, menurut sensus 2020 yang dilakukan Badan Statistik Korea.


Ini menandai pertama kalinya dalam sejarah bahwa jumlah individu yang belum menikah di usia 30-an mencapai lebih dari 40%. Berdasarkan jenis kelamin, 50,8% pria berusia 30-an tahun belum menikah, sementara wanita berjumlah 33,6%.

Sebelumnya, juga telah terjadi krisis yang sedang berlangsung di Korea di mana tingkat kelahiran bayi telah sangat menurun selama bertahun-tahun. Korea Selatan memiliki tingkat kesuburan terendah di dunia selama dua tahun berturut-turut.

Menurut Laporan Status Populasi Dunia 2021 yang dirilis oleh Dana Populasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Population Fund) pada 14 April, tingkat kesuburan total Korea berada di urutan terakhir dari 198 negara yang diukur.

Ini adalah hasil dari banyak anak muda Korea Selatan yang memilih keluar dari dua tonggak penting dalam hidup yakni pernikahan dan memiliki anak. Banyak orang dewasa muda Korea Selatan menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki kemewahan untuk menikah atau memiliki anak karena mereka tidak dapat menemukan pekerjaan yang layak di tengah perlambatan ekonomi yang berkepanjangan dan melonjaknya harga rumah.

Sebagai informasi, biaya rata-rata untuk sebuah apartemen di Seoul melebihi US $ 1 juta (Rp 14,3 miliar) pada tahun 2020.

Sementara itu, menurut Korea Times, jumlah rumah tangga yang memelihara hewan peliharaan mencapai 3,13 juta pada tahun lalu, atau sekitar 15%. Data menunjukkan 2,4 juta rumah tangga memelihara anjing, diikuti oleh 717.000 rumah tangga dengan kucing.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading