Catat! Perbedaan Vitamin D & D3 untuk Imun Tubuh

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
22 July 2021 13:40
Ilustrasi (Image by AVAKA photo from Pixabay )

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 membuat menjaga imunitas menjadi sangatlah penting. Salah satu cara meningkatkannya yakni dengan mengonsumsi vitamin dan berolahraga.

Beberapa vitamin yang dibutuhkan seperti vitamin D, C, B Complex, E, Zinc, D2 dan D3. Manfaat vitamin D dengan vitamin D3 mungkin sedikit berbeda.


Lalu, apa saja perbedaan lain dari keduanya?

Pada dasarnya, perbedaan dua jenis vitamin D ini ada pada sumber makanan. Vitamin D merupakan vitamin yang larut dalam lemak untuk meningkatkan penyerapan kalsium, mengatur pertumbuhan tulang, dan berperan dalam fungsi kekebalan tubuh.

Vitamin D terbagi menjadi 2, yakni vitamin D2 (ergokalsiferol) dan vitamin D3 (kolekalsiferol). Secara alami, tubuh memproduksi vitamin D ketika terkena sinar matahari karena sinar ultraviolet (UV) memicu sintesis vitamin D.

Kebutuhan tubuh akan vitamin D tak hanya didapat dari matahari. Ia perlu dicukupi juga dengan asupan makanan atau suplemen vitamin.

Vitamin D2 berasal dari bahan makanan hewani seperti minyak ikan, hati, kuning telur, butter, atau suplemen. Sedangkan vitamin D3 bersumber dari makanan nabati seperti jamur.

Mengutip Healthline, vitamin D2 dan D3 memiliki efektivitas berbeda dalam meningkatkan kadar vitamin D pada tubuh. Memang, keduanya efektif diserap dalam darah, namun proses metabolisme hati pada dua jenis vitamin D ini berbeda.

Sebagian besar riset menyebut, D3 lebih efektif daripada D2 dalam meningkatkan kadar kalsifikasi dalam darah. Lantas apakah dengan berjemur pagi hari mencukupi kebutuhan vitamin D3?

Radiasi ultraviolet B (UVB) dari sinar matahari memicu pembentukan vitamin D3 di kulit. Maka tentu, berjemur bisa meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh.

Akan tetapi, ada banyak faktor penentu efektivitas berjemur terhadap terpenuhinya vitamin D dalam tubuh. Mengingat, faktor geografis membuat setiap daerah memiliki kadar sinar UVB yang berbeda meski di waktu yang sama.

Sementara, paparan UVB berlebih terutama tanpa proteksi sunblock justru bisa meningkatkan risiko kanker kulit dalam jangka waktu lama. Maka itu, tak ada salahnya mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin D melalui asupan makanan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading