Internasional

India Buka Lagi Taj Mahal, Memang Corona Sudah Reda?

Lifestyle - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
16 June 2021 16:09
A paramilitary soldier wearing a mask stands guard as the Taj Mahal monument is reopened after being closed for more than six months due to the coronavirus pandemic in Agra, India, Monday, Sept.21, 2020. (AP Photo/Pawan Sharma)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas berwenang India memutuskan untuk membuka kembali bangunan bersejarah Taj Mahal untuk para pengunjung umum pada Rabu (16/6/2021). Hal ini menyusul pelonggaran protokol virus corona setelah sebelumnya menyerang negara itu.

Mengutip AFP, kerumunan kecil mulai sedikit terbentuk pada hari pertama pembukaan kembali, pihak berwenang membatasi jumlah pengunjung menjadi 650 per hari. Beberapa protokol Covid-19 tetap diberlakukan seperti larangan untuk menyentuh makam-makam berbahan dasar marmer.


"Saya sangat senang bisa melihatnya, ini luar biasa," kata pengunjung dari Brasil, Melissa Dalla Rosa, dikutip AFP.

"Saya menangis ketika pertama kali melihat, ya Tuhan... (itu) pengalaman yang sangat istimewa."

Disisi lain Lucky Feizan, seorang penjaga toko di sekitaran situs tersebut, mengatakan penguncian sebelumnya menekan keras para pedagang yang bergantung pada pariwisata Taj Mahal untuk mata pencaharian mereka.



"Ini (adalah) gelombang kedua Covid. (Bila ada) ketiga saya selesai."

Monumen cinta abad ke-17 yang dibangun oleh kaisar Mughal Shah Jahan itu ditutup pada Maret tahun lalu. Kemudian dibuka kembali pada September 2020 hingga April lalu, saat infeksi Covid-19 mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan.

Sementara itu di beberapa kota besar seperti New Delhi dan Mumbai, pemerintah lokal juga mulai mengurangi banyak pembatasan. Bahkan beredar foto-foto kerumunan mulai membanjiri pasar-pasar dan tempat umum lainnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan gelombang pandemi yang dapat menerjang kembali.

India pada hari Selasa (15/6/2021) melaporkan 62.224 infeksi Covid-19 baru selama 24 jam terakhir. Angka infeksi harian ini jauh dibandingkan dengan sekitar 400.000 per hari pada bulan April dan Mei lalu.

Secara total kasus, India mencatat ada 29 juta orang telah terinfeksi corona, dari total populasi 1,3 miliar. Secara akumulasi, terdapat 378 ribu kematian.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading