Bioskop Mulai Buka, Ini Tips Aman Terhindar Virus Covid-19

Lifestyle - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
29 May 2021 19:00
Sejumlah warga menunggu jalannya film yang akan di putar diruangan studio yang sudah dibuka, di CGV Grand Indonesia di Jakarta, Rabu (21/10/2020). Sejumlah bioskop di Ibu Kota kembali beroperasi hari ini setelah mendapatkan izin dari Pemprov DKI Jakarta dengan jumlah penonton dibatasi maksimal 25 persen dari total kapasitas. CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergi menonton film ke bioskop di beberapa negara sudah diperbolehkan, termasuk di Indonesia, di tengah pandemi, yang masih menjadi ancaman. Agar terhindar dari risiko infeksi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Seorang Pekerja yang bergerak di bidang penyakit menular di Johns Hopkins Medicine, Christopher Sulmonte menjelaskan, melakukan aktivitas di dalam ruangan, baik Anda yang sudah melakukan vaksinasi, atau meskipun sudah menerapkan jarak sosial, ataupun menggunakan masker, pergi ke bioskop adalah aktivitas yang sangat berbahaya.

"Anda duduk dan pandangan jauh dari orang lain. Anda tidak saling berhadapan, Anda tidak bisa bernapas dengan leluasa, berpotensi menghasilkan lebih banyak partikel yang bisa terbang kemana-mana," jelas Sulmonte dilansir dari Washington Post, Sabtu (29/5/2021).


Oleh karena itu, beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan sebelum pergi ke bioskop.

Dengan pedoman CDC yang baru, kebijakan jarak, penggunaan masker, dan menjaga jarak sosial harus dilakukan di setiap bioskop yang hendak beroperasi.

Pembatasan kapasitas juga bervariasi sesuai dengan peraturan daerah setempat. Dalam banyak kasus, ketika Anda memesan tiket secara online, sistem akan secara otomatis memblokir kursi di kedua sisi Anda.

Pegawai bioskop juga diwajibkan untuk mencuci tangan secara teratur, dan suhu karyawan akan diperiksa pada saat kedatangan. Bioskop akan didisinfeksi setelah pemutaran film, dengan fokus pada area dengan sentuhan tinggi seperti pintu, pegangan, sandaran tangan, dan tombol kursi.

Studi terbaru menunjukkan bahwa seseorang tidak mungkin tertular virus corona melalui permukaan seperti sandaran kursi atau pegangan tangan, dan penyebaran dari partikel di udara.

"Kami telah melihat apa yang kami sebut kontak langsung adalah metode penularan yang lebih mungkin daripada apa yang kami sebut kontak tidak langsung, yaitu seseorang yang batuk di permukaan, seseorang menyentuh permukaan itu dan kemudian menyentuh selaput lendir mereka," jelas Sulmonte.

5 Tips Penting Saat Anda Menonton di Bioskop
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading