PFN Mau Jaring Investor Buka Bioskop Daerah

Lifestyle - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
04 June 2022 08:20
Infografis/Aturan Terbaru, Bioskop Boleh Buka Tapi Terbatas/Aristya Rahadian Foto: Infografis/Aturan Terbaru, Bioskop Boleh Buka Tapi Terbatas/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Perum Produksi Film Negara (PFN) berencana menggaet investor yang ingin membuka jaringan bioskop di daerah. 

Pembukaan layar lebar dinilai penting karena masih banyak daerah yang tidak memiliki bioskop. Setidaknya saat ini jumlah teater yang tersedia di seluruh Indonesia hanya 2.100 layar, masih jauh dari kebutuhan.

Direktur Utama Perum PFN Dwi Heriyanto menjelaskan fokus bisnis PFN menjadi film financing company dengan beberapa tahap. Saat ini mereka tengah memperkuat pondasi dan membangun ekosistem perfilman lokal.

Hal pertama yang dilakukan menjadi production house aggregator yakni dengan berkolaborasi bersama berbagai production house (PH) lokal, untuk membuat konten film. Kedua, sebagai content curator menjadi media tampung konten dari PH lokal. Kemudian menjadi Channel Syndication Distribution dengan memperluas jaringan film, supaya layar lebar tidak hanya berada pada kota besar.

"Ini yang kita sebut dengan konsep bioskop rakyat, itu jadi di second city itu ada bioskop dari pengusaha setempat atau aset BUMN yang bisa menampung nonton film, jadi nanti kita berkolaborasi," kata Dwi kepada CNBC Indonesia, Jumat (3/6/2022).

Namun, dia menegaskan, PFN bukan membangun jaringan bioskop sendiri. Melainkan hanya akan mendorong pengusaha maupun investor lain yang mau membuka channel distribusi film.

"Jadi nanti PFN akan meng-aggregator dari konten dari PH, pengusaha atau siapa yang mau membuka channel distribution kontennya nanti kita yang supply. Kebutuhan entertainment di daerah kurang sekali," katanya.

Bioskop-bioskop baru akan dibangun di second city, alias bukan kota besar. Meski dia belum bisa menjelaskan berapa target jaringan bioskop yang mau dibangun.

Tidak hanya mau membangun jaringan distribusi bioskop daerah, Dwi menjelaskan pada tahun ini setidaknya ada 5 film layar lebar yang bekerja sama dengan PH daerah. Kelima film itu dibuat hasil bekerja sama dengan rumah produksi di daerah.

"Ada 5 film layar lebar yang akan dibuat tahun ini proposal juga sudah dilakukan seperti film musical anak-anak merdeka, Bung Hatta, Hoegeng, kemudian ada film tentang disability dan film Jejak Dedari itu film tradisional dari Bali. Itu bekerja sama dengan PH Bali," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Nonton Bioskop Cuma Modal Rp7.600, Begini Cara & Syaratnya


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading