Internasional

Kata Siapa Zaman Sekarang Susah? Penjualan LV & Dior Meroket

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
14 April 2021 10:31
ILE PHOTO: A woman with a Louis Vuitton-branded shopping bag looks towards the entrance of a branch store by LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton in Vienna, Austria October 4, 2018. REUTERS/Lisi Niesner

Jakarta, CNBC Indonesia - Minat warga terhadap belanja barang-barang mewah tak bisa dibendung lagi. Sejumlah item fesyen seperti tas tangan Louis Vuitton dan produk Dior semakin menunjukkan permintaan yang tinggi dari konsumen China dan AS.

Kenaikan penjualan tersebut membawa induknya, LVMH, kecipratan. Penjualan jauh lebih cepat dari yang diperkirakan pada awal 2021.


Mengutip Reuters, pembekuan pariwisata internasional yang dipicu oleh pandemi corona (Covid-19) memang membuat penutupan toko ramai di industri barang mewah tahun lalu. Bahkan, krisis telah meningkatkan kekhawatiran konsumen soal lemahnya 'nafsu' daya beli untuk barang-barang kelas atas.

Namun dalam laporan Selasa (13/4/2021), perusahaan mengaku membukukan pendapatan Q1 2021 yang bahkan melebihi level 2019, sebelum pandemi. Penjualan like-for-like (LFL=pertumbuhan penjualan tanpa menghitung penambahan gerai), naik 30%(year to year/YoY) dalam tiga bulan hingga Maret menjadi US$ 16,70 miliar.

Nilai itu hampir dua kali lipat dari perkiraan konsensus analis untuk pertumbuhan, yakni 17%, sebagaimana dikutip oleh UBS.Dibandingkan dengan level sebelum pandemi dan Q1 2019, penjualan LFL naik 8%.

Penjualan di Asia, tidak termasuk Jepang, naik 86% dari level tahun lalu. Sementara di AS, yang meluncurkan program stimulus besar-besaran, pendapatan naik 23%.

Ini kontras dengan penurunan 9% di Eropa pada periode tersebut. Di mana ekonomi juga diperkirakan akan pulih tahun ini, meski beberapa negara, termasuk Prancis dan Italia, telah melakukan penguncian baru untuk mengendalikan tingkat infeksi yang meningkat.

Di sebagian besar Asia, toko-toko telah buka sejak musim semi lalu.Pelanggan barang mewah juga mulai membeli barang mahal secara online, meski masih skala kecil.

"Tidak ada yang menggantikan kunjungan toko, Anda hanya dapat meningkatkannya dengan kunjungan sebelum online," kata kepala keuangan Jean-Jacques Guiony dalam konferensi dengan para analis.

Pendapatan LVMH turun 16% tahun lalu dan bisnis "bebas pajak bandara" alias duty free berdarah-darah

Namun divisi fesyen dan barang-barang kulitnya, yang menampung LV, Dior, dan merek-merek seperti Fendi yang menyumbang hampir setengah dari pendapatan LVMH, mencatat peningkatan 52% dalam penjualan LFL. Ini di atas perkiraan analis bangkit sebesar 27%.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading