Romantis, Ini Kisah Cinta Pangeran Philip & Ratu Elizabeth II

Lifestyle - Andi Shalini, CNBC Indonesia
10 April 2021 17:18
Royal superfan John Loughrey outside Buckingham Palace following the announcement of the death of Britain's Prince Philip, in London, Friday, April 9, 2021. Prince Philip, the irascible and tough-minded husband of Queen Elizabeth II who spent more than seven decades supporting his wife in a role that both defined and constricted his life, has died, Buckingham Palace said Friday. He was 99. (Ian West/PA via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Meninggalnya Duke of Edinburgh atau Pangeran Philip menorehkan duka yang mendalam sekaligus mengakhiri perjalanan romansa yang indah dengan Ratu Elizabeth II yang dibinanya selama 73 tahun.

Kisah cinta mereka yang dikaruniai empat anak yaitu Pangeran Charles, Puteri Anne, Pangeran Andrew, dan Pangeran Edward itu sebetulnya tak berjalan dengan mudah dan penuh lika-liku. Kisah cinta keduanya dimulai ketika mereka masih berusia amat muda.

Keduanya pertama kali bertemu pada tahun 1934 saat Elizabeth berusia 7 tahun dan Philip masih 13 tahun. Kala itu Elizabeth II menjadi pengiring pengantin dari bibinya, Putri Marina dari Yunani dan Denmark, saat menikah dengan Pangeran George Duke of Kent di Westminster Abbey. Sementara, Philip hadir sebagai sepupu pertama pengantin wanita.


Lima tahun kemudian di tahun 1939, mereka kembali bertemu ketika Elizabeth saat itu adalah seorang putri berusia 13 tahun. Siapa sangka sejak pertemuannya itu, sang putri langsung terpikat pada pandangan pertama dengan saudara jauhnya itu, seperti dikutip dari CNN International, Sabtu (10/4/2021).

Elizabeth terpanah dengan kegagahan Philip yang kala itu berusia 18 tahun dan menjadi kadet Angkatan Laut. Menurut pengasuh Putri Elizabeth, sang putri terpukau dengan kemampuan Philip melompati net di lapangan tenis.

Seiring berjalannya waktu, Elizabeth dan Philip bertemu lagi di acara kerajaan dan tetap menjaga hubungan baik. Rupanya, Kala itu Philip juga sudah mulai merasakan benih-benih cinta pada sang putri.

Di sela Philip yang kala itu tergabung dalam Angkatan Laut Inggris harus terjun di medan perang saat Perang Dunia II, mereka harus menjalin hubungan jarak jauh dan saling berkirim kabar lewat surat.

Dua sejoli yang tengah dimabuk kasmaran saat itu, selalu berusaha untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama untuk kencan dan menonton pertunjukan konser.

Pada 1946, Philip pun akhirnya memberanikan diri untuk melamar Elizabeth. Meskipun sempat terhalang restu ayah Elizabeth, Raja George VI, yang menginginkan putrinya menikah dengan laki-laki asal Inggris, sedangkan Philip berasal dari kerajaan Yunani. Namun, pada akhirnya hati sang ayah Elizabeth pun luluh.

Meski demikian, Raja George VI meminta agar Philip dan Elizabeth merahasiakan pertunangan mereka dan mengumumkannya pada publik saat Elizabeth sudah berusia 21 tahun.

Sempat 'backstreet' atau menjalin hubungan secara diam-diam, Namun pada akhirnya kabar pertunangan mereka secara resmi diumumkan pada Juli 1947 dan kemudian resmi menikah pada 20 November 1947 di Westminster Abbey yang dihadiri dua ribu tamu.

Bukan tanpa pengorbanan, Philip pun harus rela melepas gelar keturunan Yunani, dan menjadi warga negara Inggris yang dinaturalisasi demi menjadi pendamping hidup sang putri.

Kemudian ia mengadopsi nama keluarga Mountbatten dari pihak ibunya dan diangkat menjadi Duke of Edinburgh. Tepat sebelum pernikahan, Philip diangkat menjadi Duke of Edinburgh dan dianugerahi gelar sebagai Royal Highness.

Melalui suka duka bersama dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir di usia 99 tahun di Kastin Windsor pada 9 April 2021 lalu, Pangeran Philip begitu dikagumi karena menjadi seorang suami yang amat mendukung peran istrinya.

Sosok inilah yang membuat Ratu Elizabeth semakin jatuh cinta pada suami yang mendampinginya selama 7 dekade tanpa gelar raja tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading