Internasional

Biden Mengganas, 5 Perusahaan China Masuk Ancaman Keamanan AS

Lifestyle - Savira Wardoyo, CNBC Indonesia
14 March 2021 10:43
President Joe Biden delivers remarks on immigration, in the Oval Office of the White House, Tuesday, Feb. 2, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi Komunikasi Federal (FCC) menunjuk lima perusahaan China sebagai ancaman terhadap keamanan nasional AS. Kelimanya masuk daftar tersebut di bawah undang-undang 2019 yang bertujuan melindungi jaringan komunikasi AS.

Lima perusahaan di antaranya Huawei Technologies Co, ZTE Corp, Hytera Communications Corp, Hangzhou Hikvision Digital Technology Co dan Zhejiang Dahua Technology Co. Dilansir Reuters, Undang-undang tahun 2019 mewajibkan FCC untuk mengidentifikasi perusahaan yang memproduksi peralatan dan layanan telekomunikasi yang terbukti berisiko mengganggu keamanan nasional AS.


"Daftar ini memberikan panduan untuk memastikan jaringan generasi mendatang dibangun di seluruh negeri, mereka tidak mengulangi kesalahan di masa lalu atau menggunakan peralatan atau layanan yang akan menimbulkan ancaman. Hal ini untuk keamanan nasional AS atau keamanan dan keselamatan orang Amerika," Kata Ketua FCC Jessica Rosenworcel dikutip Minggu (14/3/2021).

Tahun lalu, FCC menunjuk Huawei dan ZTE sebagai ancaman keamanan nasional terhadap jaringan komunikasi. FCC mendeklarasikan larangan perusahaan-perusahaan AS menggunakan dana pemerintah senilai 8,3 miliar dolar AS untuk membeli peralatan dari perusahaan tersebut.

Desember 2020, FFC menyelesaikan aturan yang mewajibkan operator dengan peralatan ZTE atau Huawei segera diganti. Program penggantian tersebut telah disetujui anggota parlemen AS dengan anggaran1,9 miliar dolar AS.

Dari kelima perusahaan tersebut, hanya Huawei dan Hikvision yang menyatakan keberatan dan menentang keputusan FFC dan meminta opsi terbaik dalam penunjukan yang tidak berdasar. Tiga perusahaan lainnya tidak berkomentar atau tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Ini merupakan sanksi terbaru ke perusahaan China di bawah kepemimpinan Presiden AS Joe Biden. Sebelumnya, pekan depan, kedua negara disebut akan bertemu di Alaska, guna membahas konflik AS-China dari masa Presiden Donald Trump.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading