Debenhams Tutup Seluruh Toko, 12.000 Karyawan Kena PHK!

Lifestyle - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
25 January 2021 16:26
FILE PHOTO: People walk past a Debenhams store in Stockport, Britain January 4, 2018. REUTERS/Phil Noble/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan ritel fesyen asal Inggris, Debenhams, menyatakan akan menutup seluruh toko di dunia. Hal itu menyusul pembelian perusahaan itu oleh perusahaan ritel fesyen berbasis online, Boohoo, senilai 55 juta pound atau sekitar Rp 1 triliun.

Melansir The Guardians, Senin (25/1/2021), Boohoo, yang juga membeli merek Maine, Mantaray, Principles and Faith, mengatakan toko yang tersisa akan ditutup dan ribuan pekerja akan kehilangan pekerjaan.

Beberapa waktu lalu, Debenhams, yang berusia 242 tahun, menyatakan mereka dalam proses penutupan massal. Ini setelah administrator gagal mendapatkan kesepakatan penyelamatan untuk bisnis tersebut yang meliputi 118 toko dan 12.000 staf yang tersisa.

Perusahaan tersebut baru-baru ini mengumumkan enam toko tidak akan dibuka kembali setelah lockdown, termasuk department store andalannya di Oxford Street London.

"Grup hanya akan memperoleh merek dan hak kekayaan intelektual terkait," kata Boohoo. "Transaksi tidak termasuk toko eceran Debenhams, saham atau layanan keuangan apa pun."

Debenhams menghasilkan sekitar 400 juta pound (Rp 7 triliun) pendapatan online dalam tahun keuangan terbaru hingga 31 Agustus 2020.

Boohoo mengatakan, situs web Debenhams menerima 300 juta kunjungan setahun, telah menjadikannya situs web ritel 10 teratas di Inggris berdasarkan jumlah kunjungan.



"Ini adalah kesepakatan transformasional untuk grup, yang memungkinkan kami menangkap peluang fantastis karena e-commerce terus berkembang. Ambisi kami adalah menciptakan pasar terbesar di Inggris,," kata Mahmud Kamani selaku CEO di Boohoo.

"Akuisisi merek Debenhams sangat penting secara strategis karena mewakili langkah besar yang mempercepat ambisi kami untuk menjadi pemimpin, tidak hanya dalam e-commerce mode, tetapi juga dalam kategori baru termasuk kecantikan, olahraga, dan peralatan rumah tangga."

Debenhams telah mencoba mencari pembeli sejak musim panas. Akan tetapi, administrator yang telah menjalankan bisnis tersebut sejak April, mengatakan mereka belum menerima "proposal yang dapat dikirimkan".

Sejarah panjang Debenhams bermula pada tahun 1778 ketika William Clark mendirikan toko gorden di Wigmore Street di West End of London. Namanya saat ini berasal dari tahun 1813 ketika William Debenham berinvestasi di perusahaan tersebut, yang menjadi Clark & Debenham.

Tahun lalu, Debenhams mengadakan pembicaraan penyelamatan dengan JD Sports. Akan tetapi, peritel olahraga itu menarik diri dari pembicaraan tersebut ketika Arcadia, perusahaan induk merek memasuki penjajakan itu.

Arcadia mengoperasikan lebih banyak konsesi di Debenhams daripada pengecer lainnya. Tidak hanya itu, Arcadia diyakini telah menjual pakaian senilai 100 juta pound (Rp 2 triliun) setahun melalui lantai toko Debenhams.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading