Gawat! Debenhams Mau Likuidasi, 12.000 Pekerja Terancam PHK

News - suhendra, CNBC Indonesia
01 December 2020 18:40
FILE PHOTO: Shoppers walk past the Debenhams department store on Oxford Street in London, Britain December 15, 2018. REUTERS/Simon Dawson/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan ritel department store asal Inggris, yaitu Debenhams, dikabarkan bakal dilikuidasi setelah gagal mendapatkan calon pembeli.

Demikian disampaikan administratornya yaitu FRP Advisory, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (1/12/2020).

JD Sport Fashion mengonfirmasi tidak akan memberikan penawaran kepada grup perusahaan ritel tersebut.

Debenhams memiliki 124 toko di Inggris. Penutupan perusahaan ini mengancam 12.000 karyawannya. Kondisi sektor ritel memang tengah terhantam oleh pandemi Covid-19.



Sebelumnya, perusahaan ritel pakaian asal Inggris, Arcadia Group, mengalami masa sulit karena lockdown akibat pandemi virus corona. Tidak hanya itu, persaingan bisnis ritel online yang ketat juga membuat perusahaan itu di ambang kebangkrutan.

Setidaknya akan ada 13.000 pekerja yang terancam kehilangan pekerjaannya.

Kendati demikian perusahaan itu mendapatkan tawaran pinjaman darurat, menurut laporan BBC, Senin (30/11/2020).

"Pemilik ritel kelas atas seperti Topshop, Topman, Dorothy Perkins, Burton, Miss Selfridge, Evans dan Wallis, akan memasuki administrasi dalam beberapa jam," kata BBC melaporkan menurut sumber-sumber senior perusahaan.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bisnis Hancur, Debenhams PHK 2.500 Karyawan


(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading