Debenhams, yang berusia 242 tahun, menyatakan mereka dalam proses penutupan massal.
Sejumlah pekerja mengemas barang-barang di dalam department store Debenhams yang ditutup di Oxford Street di London, Sabtu, 6 Februari 2021. (AP Photo/Matt Dunham)
Hal itu menyusul pembelian perusahaan itu oleh perusahaan ritel fesyen berbasis online, Boohoo, senilai 55 juta pound atau sekitar Rp 1 triliun. (AP Photo/Matt Dunham)
Beberapa waktu lalu, Debenhams, yang berusia 242 tahun, menyatakan mereka dalam proses penutupan massal. Ini setelah administrator gagal mendapatkan kesepakatan penyelamatan untuk bisnis tersebut yang meliputi 118 toko dan 12.000 staf yang tersisa. (AP Photo/Matt Dunham)
Perusahaan tersebut baru-baru ini mengumumkan enam toko tidak akan dibuka kembali setelah lockdown, termasuk department store andalannya di Oxford Street London. (AP Photo/Matt Dunham)
Debenhams menghasilkan sekitar 400 juta pound (Rp 7 triliun) pendapatan online dalam tahun keuangan terbaru hingga 31 Agustus 2020. (AP Photo/Matt Dunham)
Boohoo mengatakan, situs web Debenhams menerima 300 juta kunjungan setahun, telah menjadikannya situs web ritel 10 teratas di Inggris berdasarkan jumlah kunjungan. (AP Photo/Matt Dunham)
Sejarah panjang Debenhams bermula pada tahun 1778 ketika William Clark mendirikan toko gorden di Wigmore Street di West End of London. Namanya saat ini berasal dari tahun 1813 ketika William Debenham berinvestasi di perusahaan tersebut, yang menjadi Clark & Debenham. (AP Photo/Matt Dunham)