Kok Pada Santai Liburan & Kongkow, Nggak Takut Covid?

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
01 December 2020 17:45
Wisatawan menikmati suasana Pantai Lagoon, Ancol, Jakarta, Jumat (30/10/2020). Libur Nasional dan Cuti bersama dimanfaatkan warga Jakarta untuk bertamasya ke tempat wisata di Jakarta.  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung pulih memaksa beberapa orang melakukan aktivitas dari rumah demi mencegah risiko penularan. Namun, beberapa diantaranya masih banyak orang yang cuek dan menyebut virus corona adalah hal biasa.

Seperti diketahui, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah dan telah tembus hingga 543.975 pada Selasa (01/12/2020). Menangkap fenomena ini, CNBC Indonesia pun mencoba meminta tanggapan beberapa warga yang masih nekat pergi liburan di tengah pandemi.

Beberapa orang percaya bahwa Covid-19 benar adanya. Mereka pun memilih keluar rumah hanya bila ada urusan penting walaupun begitu bosan.


"Kalau saya percaya sih adanya virus itu, jadi untuk keluar rumah hal yang penting aja gitu. Lebih baik mencegah dulu walau di rumah bosen sih," ujar Aisyah kepada CNBC Indonesia, Selasa (01/12/2020).

"Masih percaya kalau Covid-19 ada, cuma gue tipikal orang yang sekarang jadi ngurusin diri sendiri saja dulu. Tetap main sama teman, tapi milih tempat yang tidak ramai. Ngumpul pun paling banyak berempat dan di outdoor kalau cafenya suda sudah ramai, ya cabut. Pakai masker dan masih risih kalau liat orang nggak jaga jarak," ucap Azizah.

"Covid-19 is real. Berani keluar cuma protokol kesehatan benar diterapin. Sampai rumah buka baju di teras," papar Natasya.

Bahkan beberapa juga memilih berdamai dengan kondisi saat ini dan mau tidak mau hidup dengan Covid-19.

"Bukan peduli setan sih, tapi yah berdamai dengan situasi, caranya harus bisa beradaptasi untuk hidup berdampingan sama virus 'ghoib' yang nggak ada wujud dan nggak kelihatan juga. Tidak parno, tapi keadaan memaksa dan lebih kepada menjaga kondisi kita seminim mungkin hingga saat harus kembali ke rumah," papar Ketty.

Sementara hal lainnya seolah tak peduli adanya Covid-19 karena regulasi yang tidak seragam di Indonesia.

Bahkan, menurutnya beberapa dokter secara sengaja mengizinkan pasien Covid-19 pulang meskipun masih positif.

"Saya sudah jalan-jalan karena mengalami cabin fever. Agak apatis sekarang karena beberapa teman saya Covid-19, tapi salah satunya menyatakan bahwa dokternya bisa mengizinkan dia pulang walau masih positif, dan ada juga yang dibolehkan pulang karena sudah lelah tes berkali-kali hasilnya masih positif," kata Ibnu Haykal.

Haykal juga menyebut bahwa pemerintah juga tidak konsisten terhadap aturan yang dibuat di mana penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tetap digelar dan mengizinkan aktivitas berkumpul lainnya asalkan sesuai protokol kesehatan.

"Hemat saya, pemerintah tidak benar-benar menguasai pengendalian pandemi ini dan tidak terbangun sense of national urgency untuk pengendalian Covid-19, sementara tenaga medis frustasi. Akhirnya saya sendiri hilang asa dan memilih beraktivitas seperti biasa karena nampaknya saya disiplin atau tidak, risiko paparannya sama besar," ungkap dia.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading