Awas Mas Bro, Riset Sebut Corona Ganggu Vitalitas Pria

Lifestyle - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
26 November 2020 10:20
A man wears a face mask as he exercises at a park on a smoggy morning in New Delhi, India, October 30, 2018. REUTERS/Anushree Fadnavis

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi yang disebabkan oleh virus corona (Covid-19) merupakan hal yang sangat baru bagi kehidupan manusia. Saat ini para ilmuwan terus beramai-ramai meneliti tentang efek yang ditimbulkan dari virus keluarga corona ini selain efek pernapasan.

Dilansir dari Reuters, ada satu penemuan yang mencengangkan tentang dampak dari virus Covid-19. Para ahli menyatakan bahwa virus ini ternyata juga mempengaruhi vitalitas pria.




Dalam jurnal yang dipublikasikan di World Journal of Men's Health, peneliti dari University of Miami di Florida menyatakan bahwa Covid-19 juga mempengaruhi testis dan alat reproduksi lainnya. Hal ini didapatkan dari serangkaian otopsi kecil yang dilakukan kepada enam pria yang meninggal karena Covid-19 dan tiga yang meninggal karena sebab lain.

Dalam otopsi tersebut ditemukan bahwa tiga dari pasien Covid-19 mengalami kerusakan testis yang akan mengganggu kemampuan mereka untuk memproduksi sperma. "Kemungkinan Covid-19 merusak testis dan berdampak pada kesuburan ... memerlukan evaluasi fungsi gonad pada pria yang terinfeksi Covid-19, atau yang telah pulih dari Covid-19, dan menginginkan kesuburan," tim Miami menyimpulkan dalam sebuah laporan yang diterbitkan, dikutip Kamis (26/9/2020)

Sebelumnya, sebuah tim peneliti dari China juga melakukan pengamatan serupa awal tahun ini dan menemukan bahwa beberapa sistem kekebalan pasien Covid-19 "menyerang" testis. Ini menyebabkan peradangan parah atau orkitis.

Penemuan akan dampak virus makin hari makin memprihatinkan. Semakin banyak riset yang menemukan bahaya dari paparan virus tersebut.

Baru-baru ini sebuah studi juga menyatakan bahwa virus ini bisa menyebabkan Happy Hypoxia. Ini adalah sebuah sindrom tanpa gejala yang menyebabkan serangan jantung.

Saat ini ada total 60 juta warga dunia yang telah terinfeksi corona. Sebanyak 1,2 juta orang meninggal. Tetapi, dari data Worlometers, 42 juta berhasil sembuh. Vaksin kini sedang dibuat untuk mengalahkan virus.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading