Internasional

Wow! Ilmuwan Temukan Sperma Tertua di Dunia

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
16 September 2020 06:48
Open book, stack of hardback books on wooden table. Education concept. Copy space. Foto: Freepik

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian menemukan sperma tertua di dunia, yang membeku dalam krustase (sejenis udang) kecil di gumpalan getah pohon di Myanmar. Usia sperma itu disebut berumur 100 juta tahun.

Penelitian itu diterbitkan Rabu (16/9/2020) oleh Jurnal Royal Society Proceeding. Jurnal itu sendiri merupakan salah satu yang bergengsi di dunia.



Dalam penjelasannya, sperma itu ditemukan dalam ostracod (hewan tak bertulang belakang) yang telah ada sejak 500 juta tahun dan ditemukan di banyak samudra. Selama periode 145 hingga 66 tahun yang lalu ostracod kemungkinan hidup di perairan pesisir Myanmar.

Ostracod adalah spesies baru yang diberi nama ilmuwan "Myanmarcypris hui". Sperma ditemukan di tubuh spesimen betina, yang kata ahli, sepertinya hendak dibuahi sesaat sebelum terperangkap dalam getah.




Kebanyakan pria di dunia hewan dan manusia umumnya menghasilkan puluhan juta sel sperma kecil. Tapi bagi ostracod ini tentang kualitas dibanding kuantitas.

Sperma digambarkan sebaga "raksasa" berukuran 4,6 kali tubuh jantan. "Ini setara dengan sekitar 7,30 meter pada manusia (setinggi) 1,70 meter, sehingga membutuhkan banyak energi untuk memproduksinya," kata Renate Matzke-Karasz dari Ludwig Maximilian University of Munich, salah satu penulis studi tersebut, kepada AFP.

"Penemuan ini menunjukkan bahwa reproduksi dengan sperma raksasa bukanlah pemborosan bagi makhluk di ambang kepunahan. Tetapi keuntungan jangka panjang yang serius bagi kelangsungan hidup suatu spesies," Matzke-Karasz menyimpulkan.





[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Terkait
Features
    spinner loading