Internasional

Hasil Studi: Ditemukan di Sperma, COVID-19 Menular dari Seks?

Lifestyle - Redaksi, CNBC Indonesia
08 May 2020 07:47
Julie Janke, a medical technologist at Principle Health Systems and SynerGene Laboratory, helps sort samples for different tests Tuesday, April 28, 2020, in Houston. The company, which opened two new testing locations Tuesday, is now offering a new COVID-19 antibody test developed by Abbott Laboratories. (AP Photo/David J. Phillip)
Jakarta, CNBC Indonesia - Ada studi terbaru yang dilakukan para ahli untuk menemukan metode penyebaran corona virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Kali ini, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Jumat (8/5/2020), virus ini sepertinya berpotensi menular dari hubungan seksual.

Ini dibuktikan dari penelitian di 38 rumah sakit di Shangqiu, China, yang menguji sperma laki-laki yang terinfeksi COVID-19. Dari total sampel, sebanyak enam atau 16% sperma dinyatakan positif virus ini.





"(Meski demikian) diperlukan penelitian lebih lanjut berkenaan dengan informasi terperinci tentang pelepasan virus, waktu bertahan hidup, dan konsentrasi dalam air mani," tulis tim itu dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open.

"Jika dapat dibuktikan bahwa SARS-CoV-2 (COVID-19) dapat ditularkan secara seksual ... (itu) mungkin menjadi bagian penting dari pencegahan ... terutama mengingat fakta bahwa SARS-CoV-2 terdeteksi di semen (sperma) pasien yang pulih."




Sementara itu, pakar independen menilai meski menarik, temuan ini harus dilihat dengan sangat hati-hati. Sejauh ini, penelitian lainnya, belum menemukan hasil serupa.

Dalam sebuah penelitian kecil di 12 pasien COVID-19 China pada Februari hingga Maret misalnya. Peneliti tak menemukan ada sampel yang terinfeksi COVID-19.

Profesor Universitas Sheffield di Inggris mengatakan penelitian ini tak boleh dilihat sebagai satu kesimpulan utuh. Karena ada beberapa kesulitan teknis dalam pengujian sperma untuk virus.

Dia mengatakan kehadiran SARS-CoV-2 belum tentu aktif. Apalagi, menyebabkan infeksi.

"Namun, kita tidak perlu heran jika virus yang menyebabkan COVID-19 ditemukan dalam semen (sperma) beberapa pria, karena ini telah ditunjukkan dengan banyak virus lain seperti Ebola dan Zika," katanya.

Profesor kedokteran reproduksi dari Queen's University Belfast menyebut penelitian ini "sangat kecil". Ditegaskannya belum ada kepastian efek jangka panjang pada reproduksi pria.


[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading