Orang yang Tidak Divaksin Bisa Jadi Sumber Mutasi Virus Covid

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
13 January 2022 08:20
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga jenis Pfizer kepada warga saat vaksinasi booster Covid-19 di RSUI, Depok, Jawa Barat, Rabu (12/1/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian mengungkap bahwa orang yang tidak divaksin tak hanya lebih rentan terhadap virus Covid-19, tapi juga berpotensi menjadi sumber munculnya varian baru virus corona. Ini artinya, semakin banyak orang yang belum divaksin, maka semakin tinggi kesempatan virus untuk bermutasi dan menggandakan diri.

"Begitu ada virus corona masuk ke dalam sel tubuh inang manusia sebagai host-nya, kemudian tidak ada sama sekali pertahanan tubuh, katakanlah belum divaksin, virus coronanya akan bermutasi," kata Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, dr Gunadi, PhD, SpBA.

Gunadi menyebut kemunculan varian Delta di India sebagai contoh. Ketika sebagian populasi belum mendapat vaksinasi dan berkerumun dengan bebas, maka virus corona bisa lebih leluasa berkembang sampai akhirnya mendapatkan mutasi yang 'cocok' untuk menyebar di populasi.


Sebagian perubahan itu tidak berarti apa-apa bagi si virus dan sebagian malah melemahkan. Namun, terkadang virus berkembang menjadi varian acak yang menguntungkan dirinya--lebih mudah menular, misalnya, atau lebih efisien dalam menggandakan diri atau bisa menulari berbagai macam inang yang berbeda.

"Virus tidak bisa hidup tanpa inang. Katakanlah virus masuk ke satu orang. Kalau kemudian dia isolasi mandiri tidak interaksi sosial, akhirnya (virus -red) diserang sama sel imun inang, dikalahkan baik itu karena vaksinasi dan seterusnya, tidak bisa menyeberang. Matilah di sini posisinya. Tidak menyebabkan timbul mutasi baru" pungkas Gunadi.


[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading