Internasional

Gokil! Harta Karun Emas Kejayaan Islam Ditemukan Israel

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
27 August 2020 16:47
Employees of the ProAurum gold house decorate, what they say is Europe's most expensive Christmas tree, made of 2.018 Vienna philharmonic gold coins, valued at 2.3 million euros in Munich, Germany December 3, 2018. REUTERS/Michael Dalder

Jakarta, CNBC Indonesia - Ribuan tahun lalu, seseorang menimbun 425 koin emas yang disimpan dalam kendi tanah liat. Tutupnya diamankan dengan paku, dan kendi tersebut disimpan di timbunan pasir yang kini berada di wilayah Israel tengah.

Kendi berisi koin emas itu kemudian ditemukan kembali setelah 1.100 tahun oleh dua remaja Israel berusia 18 tahun yang sedang mengambil bagian dalam penggalian arkeologi di lereng bukit di Yavneh minggu lalu.



"Saya menggali tanah dan, ketika saya menggali tanah, melihat apa yang tampak seperti daun yang sangat tipis," kata salah satu remaja bernama Oz Cohen, dikutip dari The New York Times.

"Ketika saya melihat lagi, saya melihat ini adalah koin emas. Sungguh menyenangkan menemukan harta karun yang begitu istimewa dan kuno," akunya.




Para remaja tersebut adalah sukarelawan dalam proyek besar yang terkait dengan pembangunan komunitas di Yavneh, Tel Aviv selatan. Program ini menawarkan janji untuk menghubungkan anak muda dengan sejarah.

Meskipun program ini dimaksudkan untuk memberi penghargaan secara budaya, namun jarang seseorang mendapatkan emas, secara harfiah, dalam penggalian arkeologi ini.

Faktanya, Robert Kool, ahli koin di Israel Antiquities Authority, mengatakan bahwa temuan itu adalah "harta karun langka" yang dapat membantu para arkeolog mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang apa yang terjadi di wilayah tersebut ribuan tahun lalu.

Koin-koin itu, yang beratnya kurang dari dua pon dan terbuat dari emas murni, berasal dari abad kesembilan, ketika Kekhalifahan Abbasiyah memerintah sebuah kerajaan besar yang membentang dari Persia di timur hingga Afrika Utara di barat.

"Timbunan itu terdiri dari dinar emas penuh, tetapi juga, yang tidak biasa, berisi sekitar 270 potongan emas kecil, potongan dinar emas yang dipotong untuk dijadikan uang receh," kata Kool dalam sebuah pernyataan.

Pemotongan koin emas dan perak adalah fitur reguler sistem moneter di negara-negara Islam setelah tahun 850-an dengan hilangnya koin perunggu dan tembaga secara tiba-tiba, kata Kool.

Salah satu potongan yang digali minggu lalu, yang menurut Kool belum pernah ditemukan dalam penggalian di Israel, termasuk pecahan koin solidus emas dari kaisar Bizantium Theophilos, yang memerintah dari tahun 829 hingga 842.

Kemunculannya dalam penimbunan koin Islam menawarkan bukti hubungan berkelanjutan antara dua kerajaan saingan selama periode ini. Baik itu melalui perang atau perdagangan, uang terus mengalir.

Dalam wawancara telepon, Kool mengatakan bahwa Israel belum memahami kehidupan pada era itu, maka petunjuk apapun berguna untuk menggali kehidupan saat itu, salah satunya lewat koin emas tersebut.

"Anda bisa membaca nama khalifah di Baghdad. Nama gubernur yang memerintah atas namanya di Mesir seringkali disertakan," katanya tentang koin dari masa itu, menambahkan kemungkinan juga ada nama sub-penguasa lain, pembuat koin tempat koin diproduksi dan, yang terpenting, tanggal produksi.

Liat Nadav-Ziv dan Elie Haddad, arkeolog di Israel Antiquities Authority, yang bertanggung jawab atas situs penggalian yang luas, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa temuan tersebut mungkin "menunjukkan bahwa perdagangan internasional terjadi antara penduduk di daerah itu dan daerah terpencil."

"Orang yang mengubur harta karun ini 1.100 tahun yang lalu pasti berharap untuk mendapatkannya kembali, dan bahkan mengamankannya dengan paku agar tidak bergerak. Kami hanya bisa menebak apa yang mencegahnya kembali untuk mengumpulkan harta karun ini," kata mereka dalam pernyataan, menambahkan jika jelas bahwa koin itu sengaja disembunyikan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading