Victoria's Secret HQ Bakal PHK 850 Karyawan

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
03 August 2020 13:33
Model Victoria's Secret berpose saat acara  tahunan merek victoria Secret. Reuters/ Mike Segar

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan induk Victoria's Secret, L Brands, mengumumkan akan memangkas 15% dari tenaga kerja di kantor pusatnya. Ini dilakukan dalam upaya mengurangi biaya operasional.

Mengutip laporan CNBC Internasional, buruknya keuangan ditandai dengan diberhentikannya 50 pegawai Victoria's Secret tahun lalu. Kini, grup ritel tersebut akan mem-PHK 850 karyawan di kantor pusatnya di Columbus, Ohio.



L Brands bertujuan untuk mengumpulkan dana US$ 400 juta (Rp 5,8 triliun) dalam tabungan tahunan dari redudansi, US$ 175 juta (Rp 2,5 triliun) di antaranya yang akan dicapai pada tahun keuangan 2020.


Langkah-langkah pemotongan biaya lainnya termasuk menutup toko, mengurangi inventaris dan bernegosiasi dengan pemilik tanah untuk bantuan sewa.

Perusahaan mengatakan penjualan bersih untuk kuartal II 2020 turun 20% dibandingkan tahun lalu. Terjadi penurunan 40% pada divisi pakaian dalamnya, Victoria's Secret.

L Brands saat ini sedang menyusun rencana Victoria's Secret untuk beroperasi sebagai perusahaan mandiri yang terpisah setelah mayoritas saham dijual ke perusahaan investasi Sycamore Partners seharga $ 525 juta (Rp 7,7 triliun) pada bulan Februari.

"Keputusan yang terkait dengan tenaga kerja kami sangat sulit dan tidak dianggap enteng, tetapi tindakan ini diperlukan untuk menempatkan perusahaan kami dalam jangka panjang," kata CEO L Lands Andrew Meslow dikutip Retaigazette, Senin (3/8/2020).


Pada bulan Mei, Victoria's Secret mengumumkan akan menutup secara permanen 250 toko di Amerika Utara selama beberapa bulan ke depan. Hal ini membuat toko-toko di Inggris juga ikut was-was.

Sementara itu sebelumnya, Victoria's Secret's UK's arm jatuh ke administrasi pada tanggal 5 Juni dan menempatkan lebih dari 800 pekerja berisiko di-PHK. Hal ini disusun oleh manajemen strategi atau kantor penasihat bisnis Deloitte untuk menilai dampak Covid-19 pada bisnis mereka.

Perusahaan itu mengatakan akan melakukan administrasi sentuhan ringan karena akan mencari pembeli potensial.



[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading