Victoria's Secret Kena Imbas Perang Rusia - Ukraina

Lifestyle - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
03 March 2022 10:00
FILE FOTO : Seorang pelanggan melewati L Brands Inc., toko ritel Victoria's Secret di Manhattan, New York, AS, 13 Mei 2016. (REUTERS / Brendan McDermid)

Jakarta, CNBC Indonesia - Brand pakaian ternama, Victoria's Secret dikabarkan mengalami penjualan yang naik turun setelah dinilai memiliki prospek yang suram untuk kuartal mendatang. Hal ini disebabkan adanya tantangan inflasi dan konflik Rusia-Ukraina. Diketahui, saham Victoria's Secret turun sekitar 2% tahun ini.

Pihak Victoria's Secret mengatakan operasional pada kuartal pertama tahun ini mungkin akan berjalan lebih sulit, mengingat masalah rantai pasokan yang sedang berlangsung. Sedangkan kuartal ketiga akan menjadi titik harapan untuk pencapaian yang positif bagi mereka.


Perusahaan ini memperkirakan akan mengeluarkan biaya dan pengeluaran rantai pasokan tambahan terkait inflasi pada paruh pertama tahun ini sekitar US$140 juta.

Sedangkan dari pihak pengecer melihat penjualan kuartal pertama di kisaran US$ 1,43 miliar hingga US$ 1,5 miliar, yang artinya mengalami penurunan 4% hingga 8% dari tahun sebelumnya. Mereka saat ini bersiap untuk menghadapi tekanan biaya rantai pasokan yang sedang berlangsung dengan memanfaatkan stimulus sekitar US$ 50 juta pada kuartal pertama tahun 2021.

Victoria's Secret mengatakan akan terus mengevaluasi jejak real estatnya dengan menguji konsep toko di luar mal dan merombak toko yang ada untuk membuatnya lebih menarik bagi pembeli. Ini dilakukan demi mengantisipasi adanya penutupan 10 hingga 30 toko pada tahun 2022.

"Kami terus melihat respons positif terhadap hal-hal baru dan mampu mempertahankan tingkat aktivitas promosi yang lebih rendah," kata manajemen Victoria's Secret dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (3/3/2022).

Meski begitu, perusahaan tersebut mengatakan bahwa produk kecantikannya sedikit membantu penjualan mereka dalam mengarahkan pelanggan online ke toko fisiknya. Sementara bisnis internasionalnya melaporkan pertumbuhan yang sangat besar dibandingkan dengan operasional di Amerika Utara.

Victoria's Secret juga mengatakan senang dengan peluncuran koleksi baru baru-baru ini, yang disebut Love Cloud, yang berfokus pada produk yang menggambarkan kenyamanan dan inklusivitas.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tragis! Bunuh Diri Tentara AS Meningkat, Naik 46%


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading